VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2
06 Januari 2022 / By Administrator,
Oleh: dr. Titiek Sulistyowati, M. Ked. Klin, Sp. MK
Sejak 25 November 2021, ada 1 (satu) varian baru yang menjadi kekhawatiran dari dunia yaitu varian OMICRON dan dikategorikan sebagai VoC (Varian of Concern) oleh WHO. Kasus COVID-19 telah dilaporkan pertama kali sejak 23 bulan yang lalu dan perkiraan global telah menunjukkan total 260 juta kasus dan 5,2 juta kematian. OMICRON muncul di tengah situasi KELELAHAN dan FRUSTASI dalam menghadapi pandemik, terutama masalah dampak mental, sosial, dan ekonomi.
Sebelum OMICRON ini, ada beberapa varian yang juga dihadapi oleh dunia antara lain varian ALFA, BETA dan DELTA. Yang terakhir adalah gelombang infeksi oleh varian DELTA yang cukup menggegerkan dunia, termasuk Indonesia. Varian DELTA ini dikaitkan dengan peningkatan viral load (jumlah virus), durasi penularan lebih lama, tingkat reinfeksi atau infeksi berulang lebih tinggi dikarenakan kemampuan menghindar dari kekebalan alami, sehingga mengakibatkan infeksi varian DELTA menjadi dominan dan berkembang cepat secara global.
Kekhawatiran terhadap keampuhan vaksin yang lebih rendah dikarenakan varian baru telah mengubah pemahaman kita tentang permainan akhir COVID-19, mematahkan anggapan dunia bahwa vaksinasi global dengan sendirinya cukup untuk mengendalikan infeksi SARS-CoV-2. VoC telah menyoroti pentingnya kombinasi antara vaksinasi dan tindakan pencegahan kesehatan masyarakat yang ada, seperti masker, sebagai jalur menuju endemisitas virus.
Kasus sekuensing OMICRON pertama kali dilaporkan dari Botswana pada tanggal 11 November 2021, dan beberapa hari kemudian kasus berurutan lainnya dilaporkan dari Hong Kong yaitu seorang turis dari Afrika Selatan. Beberapa rangkaian dari Afrika Selatan menyusul, setelah identifikasi awal bahwa varian baru dikaitkan dengan kegagalan deteksi pada target gen S pada uji PCR spesifik karena adanya delesi pada 69-70del, mirip dengan yang diamati pada varian ALFA. Kasus OMICRON pertama kali dari Afrika Selatan adalah pasien yang didiagnosis dengan COVID-19 pada 9 November 2021, meskipun kemungkinan ada kasus yang tidak teridentifikasi di beberapa negara di dunia sebelumnya. Di Afrika Selatan, jumlah rata-rata 280 kasus COVID-19 per hari dalam seminggu sebelum deteksi OMICRON meningkat menjadi 800 kasus per hari pada minggu berikutnya, sebagian disebabkan oleh peningkatan pengawasan. Kasus COVID-19 meningkat pesat di Afrika Selatan. Kasus OMICRON di Provinsi Gauteng, Afrika Selatan mengalami doubling time lebih tinggi dibandingkan tiga gelombang infeksi sebelumnya.
Kekhawatiran utama tentang OMICRON adalah apakah varian ini lebih menular atau lebih parah daripada VoC lain dan apakah varian ini bisa lolos dari perlindungan vaksin? Meskipun data imunologi dan klinis belum tersedia untuk memberikan bukti pasti, tetapi perkiraan yang diketahui tentang mutasi OMICRON dapat memberikan indikasi awal tentang penularan, keparahan, dan penghindaran dari kekebalan (immune escape). OMICRON memiliki beberapa delesi atau penghapusan dan lebih dari 30 mutasi, beberapa di antaranya adalah 69–70del, T95I, G142D/143–145del, K417N, T478K, N501Y, N655Y, N679K, dan P681H. Mutasi tersebut bersifat tumpang tindih dengan yang ada di varian ALFA, BETA, GAMMA, atau DELTA dan diketahui menyebabkan peningkatan transmisibilitas, afinitas pengikatan virus lebih tinggi, dan lolos dari antibodi juga lebih tinggi. Efek dari sebagian besar mutasi OMICRON yang lain masih belum diketahui, sehingga menghasilkan tingkat ketidakpastian tinggi tentang bagaimana kombinasi penuh dari penghapusan dan mutasi akan mempengaruhi perilaku virus dan kerentanan terhadap kekebalan alami dan yang dimediasi oleh vaksin.
Dampak OMICRON pada transmisibilitas menjadi perhatian. Bukti epidemiologis awal menunjukkan peningkatan kasus di Afrika Selatan dan adanya peningkatan kasus dengan kegagalan deteksi pada target gen S. Meskipun OMICRON kemungkinan besar sangat menular, tetapi masih belum jelas apakah varian ini memiliki transmisibilitas lebih besar daripada DELTA, meskipun indikasi awal menunjukkan bahwa OMICRON menyebar cepat dengan latar belakang transmisi varian DELTA yang sedang berlangsung dan tingkat kekebalan alami yang tinggi terhadap varian DELTA. Jika tren ini berlanjut, OMICRON diperkirakan akan menggusur DELTA sebagai varian dominan di Afrika Selatan. Studi masih terus berlanjut tentang bagaimana VoC baru ini akan mempengaruhi presentasi klinis. Pada tahap ini, data anekdot yang tersedia dari dokter di garis depan Afrika Selatan menunjukkan bahwa pasien dengan OMICRON adalah orang yang lebih muda dengan presentasi klinis yang serupa dengan varian sebelumnya. Meskipun sejauh ini tidak ada kekhawatiran klinis, informasi harus diperlakukan dengan hati-hati mengingat kasus COVID-19 parah biasanya muncul beberapa minggu setelah gejala awal yang terkait dengan penyakit ringan.
Terjemahan dari :
Salim S Abdool Karim, Quarraisha Abdool Karim. 2020. Omicron SARS-CoV-2 variant : a new chapter in the COVID-19 pandemic. The Lancet. Vol 398. Issue 10317. P2126-2128.
Artikel Terbaru
Lihat >>
Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk
Lihat >>
Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB
Lihat >>
Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan
Lihat >>
Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak
Lihat >>
Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia
Lihat >>
Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis : Dampaknya terhadap Kesehatan Usus
Lihat >>
PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026
Lihat >>
Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan
Lihat >>
Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu
Lihat >>
SI NIMBUS YANG MERESAHKAN
Lihat >>
Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan
Lihat >>
Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia
Lihat >>
Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)
Lihat >>
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
Lihat >>
AWaRe
Lihat >>
Budaya Kerja Kemenkes
Lihat >>
Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah
Lihat >>
Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas
Lihat >>
Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet
Lihat >>
Yang Harus Diketahui Tentang Antraks
Lihat >>
Listeriosis (Foodborne Disease)
Lihat >>
DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS
Lihat >>
Kanker serviks dikarenakan virus HPV
Lihat >>
Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)
Lihat >>
Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)
Lihat >>
Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae
Lihat >>
SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN
Lihat >>
Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan
Lihat >>
DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA
Lihat >>
LEGIONELLOSIS
Lihat >>
BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)
Lihat >>
DEKONTAMINASI
Lihat >>
PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK
Lihat >>
PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)
Lihat >>
PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA
Lihat >>
WORLD TB DAY 24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives
Lihat >>
KONDISI PASKA COVID
Lihat >>
VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2
Lihat >>
DISBARISME
Lihat >>
HIPOKSIA
Lihat >>
JENIS VAKSIN
Lihat >>
PRINSIP DASAR VAKSIN
Lihat >>
KESEHATAN PENERBANGAN
Lihat >>
PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19
Lihat >>
DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE
Lihat >>
PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR
Lihat >>
VARIAN VIRUS SARS CoV-2
Lihat >>
VIRUS NIPAH (Niv)
Lihat >>
SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19
Lihat >>
TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2
Lihat >>
BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?
Lihat >>
STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK
Lihat >>
IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC
Lihat >>
Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan
Lihat >>
DETEKSI BAKTERI RESISTEN
Lihat >>
Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020
Lihat >>
HERD IMMUNITY
Lihat >>
MENINGITIS BAKTERI
Lihat >>
HARI TBC SEDUNIA
Lihat >>
PANDEMI COVID-19
Lihat >>
Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)
Lihat >>
Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella
Lihat >>
Indonesia Masuki Periode Aging Population
Lihat >>
PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK
Lihat >>
Hoax Imunisasi Masih Beredar
Lihat >>
WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !
Lihat >>
Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk
Lihat >>
Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa
Lihat >>
Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''
Lihat >>
Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari
Lihat >>
Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana
Lihat >>
Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku
Lihat >>
Pemberitahuan PNPME 2018
Lihat >>
Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA
@bblabkesmas.surabaya
BBLKMSurabaya
BBLKMSurabaya