Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya (BBLabkesmas)

Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya

031-5020306, 031-5021451 031-5020388 bblabkesmas.surabaya@kemkes.go.id Jl. Karangmenjangan 18, Surabaya 60286
Daftar Layanan Online LAYANAN ONLINE SIMULTAN SIMULTAN

Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak

Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak

16 April 2026 / By Administrator,

Oleh : dr. Titiek Sulistyowati, M. Ked. Klin, Sp. MK (K)


Kabar duka datang dari dunia kesehatan. Seorang dokter internship dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami sakit yang awalnya dianggap sebagai infeksi biasa. Namun, hasil pemeriksaan mengarah pada komplikasi campak, penyakit yang selama ini sering dianggap ringan dan hanya menyerang anak-anak. Padahal, orang dewasa juga bisa terkena campak, bahkan dengan gejala yang lebih berat dan risiko komplikasi yang lebih tinggi. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan, terutama di daerah dengan cakupan imunisasi yang belum optimal. Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa campak pada dewasa bisa berakibat fatal.

 

Fakta Epidemiologi: Campak Masih Nyata
Banyak orang mengira campak sudah tidak lagi menjadi ancaman. Namun, faktanya penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global. Menurut WHO dan CDC, sebelum pandemi COVID-19 terdapat sekitar 9 juta kasus campak secara global setiap tahun dengan lebih dari 100.000 kematian, terutama di negara dengan cakupan imunisasi rendah (WHO & CDC, 2023).

Di Indonesia, campak masih ditemukan dan bahkan dilaporkan dalam bentuk kejadian luar biasa (KLB) di beberapa daerah. Peningkatan kasus ini seringkali berkaitan dengan menurunnya cakupan imunisasi (Kemenkes RI, 2023). Menariknya, tidak hanya anak-anak, kelompok usia dewasa kini juga mulai terdampak, terutama pada individu yang belum pernah mendapatkan vaksinasi atau mengalami penurunan kekebalan tubuh. Hal ini menunjukkan bahwa campak belum sepenuhnya terkendali dan tetap memerlukan kewaspadaan (WHO, 2023; CDC, 2024).


Awalnya Hanya Demam dan Batuk
Menurut informasi yang beredar, dokter muda tersebut sempat mengalami demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Gejala-gejala ini pada awalnya tampak seperti infeksi flu biasa, sehingga kerap tidak menimbulkan kecurigaan. Namun, beberapa hari kemudian muncul ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh, yang merupakan ciri khas campak.

Dalam perjalanan penyakitnya, kondisi pasien dilaporkan memburuk dengan cepat. Salah satu tanda khas campak sebenarnya adalah munculnya bercak putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bercak Koplik sekitar 1–2 hari sebelum timbulnya ruam, meskipun tanda ini tidak selalu terlihat atau disadari.


Komplikasi yang Mematikan
Dalam waktu singkat, pasien dapat mengalami gangguan pernapasan berat yang diduga sebagai pneumonia akibat campak. Pneumonia merupakan penyebab kematian tersering pada kasus campak dan terjadi pada sekitar 1 dari 20 kasus. Komplikasi lain meliputi ensefalitis (±1/1000 kasus), diare berat, serta gangguan sistemik lainnya. Risiko komplikasi tersebut cenderung lebih tinggi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Pada tenaga kesehatan, risiko ini dapat semakin meningkat mengingat tingginya frekuensi paparan terhadap pasien, termasuk pada fase awal penyakit ketika gejala belum khas (CDC, 2024; Nussbaum et al, 2024; WHO, 2025).


Pencegahan yang Sering Terlupakan
Kasus ini membuka mata banyak pihak bahwa vaksinasi bukan hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Pada kenyataannya, perlindungan terhadap campak juga sangat penting bagi orang dewasa. Oleh karena itu, setiap individu perlu memastikan kembali status imunisasinya, terutama jika tidak memiliki catatan vaksinasi yang jelas.
Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) telah terbukti aman dan efektif dalam mencegah infeksi serta menurunkan risiko komplikasi. Selain itu, bagi tenaga kesehatan sebagai kelompok berisiko tinggi, sangat dianjurkan untuk memiliki bukti imunitas yang memadai, baik melalui riwayat vaksinasi lengkap maupun pemeriksaan antibodi. Langkah ini penting untuk melindungi diri sendiri sekaligus mencegah penularan kepada pasien dan lingkungan sekitar.


Mengapa Bisa Terjadi pada Dokter?
Secara epidemiologi, campak merupakan salah satu penyakit dengan tingkat penularan paling tinggi. Virus ini memiliki angka reproduksi dasar (R0) sekitar 12–18, yang berarti satu orang dapat menularkan infeksi ke banyak individu dalam waktu singkat (Moss,2017). Selain itu, droplet yang mengandung virus dapat bertahan di udara selama beberapa jam, dan virus tetap infeksius pada permukaan yang terkontaminasi hingga dua jam, sehingga risiko penularan tetap ada meskipun kontak langsung sudah tidak terjadi. Pada individu yang tidak memiliki kekebalan, sekitar 90% akan tertular setelah terpapar (CDC, 2024; WHO, 2025).

Pada tenaga kesehatan, risiko ini menjadi semakin besar. Hal ini disebabkan oleh tingginya frekuensi paparan terhadap pasien, termasuk pada fase awal ketika gejala campak belum khas dan masih menyerupai infeksi saluran napas biasa. Selain itu, tidak semua tenaga kesehatan memiliki bukti kekebalan, baik melalui riwayat vaksinasi maupun pemeriksaan antibodi (IgG). Ditambah dengan lingkungan kerja yang berisiko tinggi terhadap penularan penyakit infeksi, kondisi ini menjadikan tenaga kesehatan sebagai kelompok yang rentan apabila tidak memiliki perlindungan imun yang adekuat.

 

Campak pada Dewasa: Lebih Berbahaya
Berbeda dengan pada anak-anak, campak yang terjadi pada orang dewasa umumnya menunjukkan derajat keparahan yang lebih tinggi. Penderita dewasa cenderung mengalami gejala yang lebih berat, dengan kondisi sistemik yang lebih mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain itu, risiko terjadinya komplikasi juga meningkat, seperti infeksi paru (pneumonia) atau gangguan neurologis.

Tidak hanya itu, pasien dewasa dengan campak lebih sering memerlukan perawatan di rumah sakit dibandingkan anak-anak. Hal ini berdampak pada meningkatnya angka kesakitan, bahkan risiko kematian yang lebih besar, terutama pada individu dengan kondisi kesehatan tertentu atau daya tahan tubuh yang menurun.


Apakah Perlu Booster Campak pada Dewasa?
Pertanyaan mengenai perlunya booster vaksin campak pada orang dewasa semakin sering muncul, terutama setelah adanya kasus campak berat pada usia dewasa, termasuk pada tenaga kesehatan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran: apakah perlindungan dari imunisasi masa kecil masih cukup?

Secara umum, tidak semua orang dewasa memerlukan booster vaksin campak secara rutin, terutama jika telah mendapatkan imunisasi lengkap sejak kecil. Namun, pada kelompok tertentu dengan risiko tinggi, seperti tenaga kesehatan, booster atau setidaknya verifikasi status kekebalan sangat dianjurkan. 

Imunisasi campak dikatakan lengkap apabila seseorang telah menerima dua dosis vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin ini biasanya diberikan pada masa anak-anak, yaitu pada usia 9–12 bulan dan dilanjutkan dengan dosis kedua pada usia 18 bulan atau saat usia sekolah. Dua dosis vaksin MMR terbukti memberikan perlindungan yang sangat baik, dengan efektivitas sekitar 97% terhadap campak (CDC, 2024). Selain itu, imunisasi ini umumnya mampu memberikan kekebalan jangka panjang, bahkan sering kali bertahan seumur hidup. Meskipun vaksin memberikan perlindungan yang kuat, dalam beberapa kondisi kekebalan tubuh dapat menurun. Hal ini dapat terjadi seiring waktu (waning immunity), tidak terbentuknya respon imun yang optimal setelah vaksinasi, atau pada individu dengan kondisi imunokompromais. Namun demikian, pada sebagian besar orang dengan kondisi kesehatan yang baik, perlindungan dari vaksin tetap cukup kuat (WHO, 2017). 


Rekomendasi untuk Tenaga Kesehatan
Tenaga kesehatan merupakan kelompok dengan risiko tinggi terpapar campak, sehingga memerlukan rekomendasi imunisasi yang lebih ketat. Berdasarkan pedoman internasional dari WHO dan CDC, tenaga kesehatan sebaiknya memiliki bukti imunitas terhadap campak. Bukti tersebut dapat berupa:
1.    Dokumentasi telah menerima dua dosis vaksin MMR
2.    Bukti laboratorium berupa antibodi IgG campak positif
3.    Riwayat infeksi campak yang terkonfirmasi secara klinis dan/atau laboratoris

Individu yang tidak memiliki bukti kekebalan dianjurkan untuk menerima dua dosis vaksin MMR dengan jarak minimal 28 hari. Pada individu dengan status imunisasi yang tidak jelas, dapat dilakukan pemeriksaan antibodi IgG atau langsung diberikan vaksin ulang. Pemberian vaksin ulang tetap aman meskipun individu tersebut telah memiliki kekebalan sebelumnya (WHO, 2017; CDC 2024). 


Apakah Booster Rutin Diperlukan?
Booster vaksin campak tidak direkomendasikan secara rutin untuk seluruh populasi dewasa. Namun, vaksinasi ulang atau pemberian dosis tambahan dianjurkan pada kondisi tertentu, antara lain:
1.    Tenaga kesehatan
2.    Situasi wabah atau kejadian luar biasa (KLB)
3.    Individu yang akan bepergian ke daerah dengan risiko penularan campak tinggi
4.    Individu tanpa bukti imunisasi atau status kekebalan yang jelas

Vaksin MMR terbukti aman diberikan pada orang dewasa. Efek samping yang muncul umumnya ringan dan bersifat sementara, seperti demam ringan atau nyeri di tempat suntikan.


Pelajaran dari Kasus Ini
Kejadian ini menjadi pengingat penting bahwa campak bukanlah penyakit ringan yang dapat diabaikan. Gejala awalnya yang menyerupai flu sering kali menipu dan menyebabkan keterlambatan dalam mengenali serta menangani penyakit ini. Padahal, keterlambatan penanganan dapat berujung pada komplikasi serius hingga berakibat fatal. Oleh karena itu, vaksinasi tetap menjadi langkah perlindungan utama yang paling efektif untuk mencegah infeksi dan menekan risiko keparahan penyakit.

Kehilangan seorang tenaga kesehatan bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga kehilangan besar bagi sistem kesehatan. Kasus ini menegaskan bahwa penyakit yang sering dianggap biasa dapat menjadi sangat berbahaya jika tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu, terutama kelompok berisiko, untuk memastikan status imunisasi yang adekuat sebagai bentuk perlindungan diri dan lingkungan sekitar.


Referensi
1.    Centers for Disease Control and Prevention. Measles (Rubeola): for healthcare professionals. Atlanta: CDC; 2024.
2.    Centers for Disease Control and Prevention. Clinical overview of measles [Internet]. Atlanta: CDC; 2024 [cited 2026 Apr 16]. Available from: https://www.cdc.gov/measles/hcp/clinical-overview/index.html
3.    Centers for Disease Control and Prevention. Measles (Rubeola): complications [Internet]. Atlanta: CDC; [cited 2026 Apr 16]. Available from: https://www.cdc.gov/measles/about/complications.html
4.    Centers for Disease Control and Prevention. Measles (Rubeola): vaccination [Internet]. Atlanta: CDC; 2024 [cited 2026 Apr 16]. Available from: https://www.cdc.gov/measles/vaccines/index.html
5.    European Centre for Disease Prevention and Control. Measles factsheet [Internet]. 2023 [cited 2026 Apr 16]. Available from: https://www.ecdc.europa.eu/en/measles/facts
6.    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.
7.    Kondamudi NP, Tobin EH, Waymack JR. Measles. [Updated 2025 May 5]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/books/NBK448068/?utm.
8.    Moss WJ. Measles. Lancet. 2017;390(10111):2490–502.
9.    Nussbaum E, et al. Measles. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2024.
10.    World Health Organization. Measles vaccines: WHO position paper [Internet]. Geneva: WHO; 2017 [cited 2026 Apr 16]. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/who-wer9229
11.    World Health Organization. Global measles threat continues to grow as another year passes with millions of children unvaccinated [Internet]. 2023 [cited 2026 Apr 16]. Available from: https://www.who.int/news/item/16-11-2023-global-measles-threat-continues-to-grow-as-another-year-passes-with-millions-of-children-unvaccinated
12.    World Health Organization. Measles outbreaks strategic response plan 2021–2023. Geneva: WHO; 2023.
13.    World Health Organization. Measles fact sheet [Internet]. Geneva: WHO; 2025 [cited 2026 Apr 16]. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/measles

 

 

Artikel Terbaru

Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk

Lihat >>

Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk

14 September 2026 / By Administrator
Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB

Lihat >>

Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB

31 Agustus 2026 / By Administrator
Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan

Lihat >>

Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan

30 Juni 2026 / By Administrator
Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak

Lihat >>

Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak

16 April 2026 / By Administrator
Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia

Lihat >>

Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia

24 Maret 2026 / By Administrator
Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis :             Dampaknya terhadap Kesehatan Usus

Lihat >>

Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis : Dampaknya terhadap Kesehatan Usus

27 Februari 2026 / By Administrator
PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026

Lihat >>

PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026

07 November 2025 / By Administrator
Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan

Lihat >>

Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan

30 Oktober 2025 / By Administrator
Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu

Lihat >>

Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu

22 September 2025 / By Administrator
SI NIMBUS YANG MERESAHKAN

Lihat >>

SI NIMBUS YANG MERESAHKAN

30 Juni 2025 / By Administrator
Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan

Lihat >>

Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan

10 Juni 2025 / By Administrator
Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia

Lihat >>

Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia

05 Mei 2025 / By Administrator
Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)

Lihat >>

Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)

28 Februari 2025 / By Administrator
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

Lihat >>

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

10 Januari 2025 / By Administrator
AWaRe

Lihat >>

AWaRe

09 Desember 2024 / By Administrator
Budaya Kerja Kemenkes

Lihat >>

Budaya Kerja Kemenkes

20 Februari 2024 / By Administrator
Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah

Lihat >>

Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah

23 Oktober 2023 / By Administrator
Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas

Lihat >>

Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas

06 September 2023 / By Administrator
Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet

Lihat >>

Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet

08 Agustus 2023 / By Administrator
Yang Harus Diketahui Tentang Antraks

Lihat >>

Yang Harus Diketahui Tentang Antraks

26 Juli 2023 / By Administrator
Listeriosis (Foodborne Disease)

Lihat >>

Listeriosis (Foodborne Disease)

07 Juni 2023 / By Administrator
DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS

Lihat >>

DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS

20 Mei 2023 / By Administrator
Kanker serviks dikarenakan virus HPV

Lihat >>

Kanker serviks dikarenakan virus HPV

10 April 2023 / By Administrator
Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)

Lihat >>

Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)

27 Maret 2023 / By Administrator
Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)

Lihat >>

Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)

23 Februari 2023 / By Administrator
Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae

Lihat >>

Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae

04 Januari 2023 / By Administrator
SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN

Lihat >>

SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN

02 Desember 2022 / By Administrator
Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan

Lihat >>

Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan

09 November 2022 / By Administrator
DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA

Lihat >>

DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA

04 Oktober 2022 / By Administrator
LEGIONELLOSIS

Lihat >>

LEGIONELLOSIS

02 September 2022 / By Administrator
BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)

Lihat >>

BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)

03 Agustus 2022 / By Administrator
DEKONTAMINASI

Lihat >>

DEKONTAMINASI

15 Juli 2022 / By Administrator
PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK

Lihat >>

PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK

15 Juni 2022 / By Administrator
PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)

Lihat >>

PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)

24 Mei 2022 / By Administrator
PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA

Lihat >>

PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA

12 April 2022 / By Administrator
WORLD TB DAY  24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives

Lihat >>

WORLD TB DAY 24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives

23 Maret 2022 / By Administrator
KONDISI PASKA COVID

Lihat >>

KONDISI PASKA COVID

24 Februari 2022 / By Administrator
VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2

Lihat >>

VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2

06 Januari 2022 / By Administrator
DISBARISME

Lihat >>

DISBARISME

03 Desember 2021 / By Administrator
HIPOKSIA

Lihat >>

HIPOKSIA

08 November 2021 / By Administrator
JENIS VAKSIN

Lihat >>

JENIS VAKSIN

12 Oktober 2021 / By Administrator
PRINSIP DASAR VAKSIN

Lihat >>

PRINSIP DASAR VAKSIN

14 September 2021 / By Administrator
KESEHATAN PENERBANGAN

Lihat >>

KESEHATAN PENERBANGAN

11 Agustus 2021 / By Administrator
PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19

Lihat >>

PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19

20 Juli 2021 / By Administrator
DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE

Lihat >>

DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE

23 Juni 2021 / By Administrator
PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR

Lihat >>

PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR

28 Mei 2021 / By Administrator
VARIAN VIRUS SARS CoV-2

Lihat >>

VARIAN VIRUS SARS CoV-2

14 April 2021 / By Administrator
VIRUS NIPAH (Niv)

Lihat >>

VIRUS NIPAH (Niv)

02 Maret 2021 / By Administrator
SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19

Lihat >>

SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19

22 Februari 2021 / By Administrator
TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2

Lihat >>

TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2

19 Januari 2021 / By Administrator
BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?

Lihat >>

BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?

08 Desember 2020 / By Administrator
STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK

Lihat >>

STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK

03 November 2020 / By Administrator
IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC

Lihat >>

IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC

01 September 2020 / By Administrator
Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan

Lihat >>

Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan

28 Agustus 2020 / By Administrator
DETEKSI BAKTERI RESISTEN

Lihat >>

DETEKSI BAKTERI RESISTEN

24 Juni 2020 / By Administrator
Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020

Lihat >>

Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020

04 Juni 2020 / By Administrator
HERD IMMUNITY

Lihat >>

HERD IMMUNITY

27 Mei 2020 / By Administrator
MENINGITIS BAKTERI

Lihat >>

MENINGITIS BAKTERI

30 April 2020 / By Administrator
HARI TBC SEDUNIA

Lihat >>

HARI TBC SEDUNIA

25 Maret 2020 / By Administrator
PANDEMI COVID-19

Lihat >>

PANDEMI COVID-19

17 Maret 2020 / By Administrator
Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)

Lihat >>

Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)

03 Februari 2020 / By Administrator
Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella

Lihat >>

Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella

09 Desember 2019 / By Administrator
Indonesia Masuki Periode Aging Population

Lihat >>

Indonesia Masuki Periode Aging Population

04 Juli 2019 / By Administrator
PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK

Lihat >>

PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK

10 Juni 2019 / By Administrator
Hoax Imunisasi Masih Beredar

Lihat >>

Hoax Imunisasi Masih Beredar

01 Mei 2019 / By Administrator
WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !

Lihat >>

WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !

23 April 2019 / By Administrator
Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk

Lihat >>

Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk

15 Maret 2019 / By Administrator
Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa

Lihat >>

Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa

27 Februari 2019 / By Administrator
Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''

Lihat >>

Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''

06 September 2018 / By Administrator
Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari

Lihat >>

Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari

07 Agustus 2018 / By Administrator
Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana

Lihat >>

Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana

03 Juli 2018 / By Administrator
Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku

Lihat >>

Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku

29 April 2018 / By Administrator
Pemberitahuan PNPME 2018

Lihat >>

Pemberitahuan PNPME 2018

28 Maret 2018 / By Administrator
Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA

Lihat >>

Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA

01 Maret 2018 / By Administrator