Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)
23 Februari 2023 / By Administrator,
Oleh dr. Titiek Sulistyowati., M. Ked. Klin., Sp. MK
23 Februari 2023
WHO mendefinisikan infeksi laten TBC sebagai keadaan respon imun yang persisten terhadap stimulasi oleh antigen bakteri M. tuberculosis complex tanpa bukti TB aktif yang termanifestasi secara klinis. Artinya bahwa bakteri TBC dapat hidup di dalam tubuh tanpa membuat orang sakit. Pada kebanyakan orang yang menghirup bakteri TBC dan terinfeksi, tubuh mampu melawan bakteri untuk menghentikan pertumbuhannya. Menurut perkiraan, sekitar seperempat populasi global terinfeksi laten TBC. Durasi latensi ini bervariasi, dan bahkan individu yang sehat dapat menyimpan ILTB seumur hidup. Sebagian kecil (sekitar 5–15%) akan mengalami reaktivasi (TBC laten berubah menjadi aktif), seringkali dalam 2 - 5 tahun pertama setelah infeksi. Dengan demikian, individu dengan ILTB merupakan reservoir utama untuk kasus TBC aktif baru.
Yang patut diperhatikan dari infeksi TBC laten ini antara lain :
• Tidak memiliki gejala
• Tidak merasa sakit
• Tidak dapat menularkan bakteri TBC ke orang lain
• Hasil pemeriksaan rontgen thorax normal
• Hasil pemeriksaan dahak dan TCM negatif
• Biasanya memiliki reaksi Tuberculin Skin Test (TST) positif atau tes darah TBC (mis. IGRA) positif
• Bisa menjadi TBC aktif dengan daya tahan tubuh kurang baik, mis ODHA, malnutrisi, dll
Rekomendasi WHO tentang pemeriksaan ILTB
- Uji TST atau IGRA dapat digunakan untuk menguji ILTB (Rekomendasi kuat, bukti berkualitas sangat rendah. Rekomendasi baru).
- Orang dengan HIV (ODHA) yang hasil tes ILTB positif mendapat manfaat lebih banyak dari pengobatan pencegahan dibandingkan mereka dengan hasil tes ILTB negatif; Pengujian ILTB dapat digunakan, jika memungkinkan, untuk mengidentifikasi individu tersebut. (Rekomendasi kuat, bukti berkualitas tinggi. Rekomendasi sudah ada)
- Tes ILTB dengan TST atau IGRA bukan persyaratan untuk memulai pengobatan pencegahan pada orang dengan HIV atau anak kontak berusia < 5 tahun. (Rekomendasi kuat, bukti berkualitas sedang. Rekomendasi diperbarui)
Pemeriksaan ILTB antara lain:
1. Tuberculin Skin Test (TST), disebut juga sebagai Mantoux test
a. TST dilakukan dengan menyuntikkan 0,1 ml tuberculin atau purified protein derivative (PPD) ke dalam kulit di bagian bawah lengan. Injeksi harus dilakukan dengan jarum suntik tuberkulin, dengan bevel jarum menghadap ke atas. TST adalah injeksi intradermal. Saat ditempatkan benar, injeksi harus menghasilkan elevasi pucat pada kulit (wheal) dengan diameter 6 - 10 mm.
b. Setelah 48 - 72 jam dilakukan pembacaan dengan melihat reaksi pada lengan.
c. Hasilnya tergantung pada ukuran area yang terangkat, keras, atau bengkak (indurasi).
d. Cara pembacaan hasil TST dapat dilihat di tabel berikut ini:
Catatan :
Hasil positif palsu (yaitu bereaksi terhadap TST meskipun tidak terinfeksi M. tuberculosis) bisa terjadi pada:
1. Vaksinasi TB sebelumnya dengan vaksin bacille Calmette Guérin (BCG).
2. Infeksi mikobakteri nontuberkulosis (mikobakteri selain M. tuberculosis, disebut sebagai NTM atau MOTT)
3. Pengukuran atau interpretasi reaksi yang salah
4. Penggunaan antigen yang salah
Hasil negatif palsu (yaitu tidak bereaksi terhadap TST meskipun terinfeksi M. tuberculosis) bisa terjadi pada:
1. Alergi
2. Infeksi TBC yang baru terjadi (dalam 8 - 10 minggu terakhir)
3. Usia yang sangat muda (< 6 bulan)
4. Baru terkena campak virus hidup atau vaksinasi cacar
5. Metode pemberian TST yang salah
6. Salah mengukur atau menginterpretasikan reaksi TST
2. Tes Interferon Gamma Release Assay (IGRA)
Prinsip pemeriksaan IGRA adalah mengukur jumlah interferon-gamma (IFN-γ) yang dilepaskan secara in vitro oleh limfosit-T ketika dicampur dengan antigen spesifik M. tuberculosis (ESAT6 dan CFP-10) atau jumlah limfosit-T yang memproduksi IFN-γ setelah stimulasi dengan antigen spesifik M. tuberculosis (ESAT6 dan CFP-10) yang telah dimurnikan. Untuk melakukan tes, sampel darah segar dicampur dengan antigen dan kontrol. Sel darah putih seseorang yang terinfeksi bakteri tuberkulosis akan melepaskan interferon-gamma (IFN-g) ketika bercampur dengan antigen. IGRA adalah tes imunologi yang tidak dipengaruhi oleh vaksin BCG sebelumnya atau paparan sebagian besar NTM dan lebih kuat daripada TST dalam kinerjanya pada pasien dengan gangguan kekebalan. IGRA dan TST keduanya merupakan tes yang tidak sempurna yang harus ditafsirkan dalam konteks risiko paparan TB dan hasil pencitraan radiografi.
Beberapa pemeriksaan IGRA yang direkomendasikan oleh WHO untuk pemeriksaan ILTB antara lain:
• QuantiFERON®-TB Gold Plus (QFT-Plus) (QIAGEN, Carnegie, Australia)
• WANTAI TB-IGRA (Beijing WANTAI Biological Pharmacy Enterprise Co., Ltd., Beijing,China)
• T-SPOT®.TB IGRAs (Oxford Immunotec Ltd, Abingdon, Inggris)
Kelebihan IGRA, antara lain :
• Membutuhkan satu kunjungan pasien untuk melakukan tes.
• Hasil dapat tersedia dalam waktu 24 jam.
• Tidak meningkatkan respon yang diukur dengan tes berikutnya.
• Vaksinasi BCG (bacille Calmette-Guérin) sebelumnya tidak menyebabkan hasil tes IGRA positif palsu.
Kekurangan IGRA, antara lain :
• Sampel darah harus diproses dalam waktu 8-30 jam setelah pengambilan, karena sel darah putih masih layak.
• Kesalahan dalam pengumpulan atau transportasi spesimen darah atau interpretasi pengujian dapat menurunkan keakuratan IGRA.
• Data IGRA masih terbatas untuk memprediksi siapa yang akan berkembang menjadi penyakit TB di masa depan.
• Keterbatasan data tentang penggunaan IGRA untuk anak di bawah usia 5 tahun; orang yang baru saja terpapar M. tuberculosis; orang dengan daya tahan tubuh kurang; dan
pengujian serial.
• Harga tes masih mahal.
Referensi :
1. WHO. Latent tuberculosis infection. Updated and consolidated guidelines for programmatic management. 2018 : WHO. Latent tuberculosis infection: updated and consolidated guidelines for programmatic management (who.int)
2. Kemenkes RI. Petunjuk Teknis Penanganan Infeksi Laten Tuberkulosis. 2020: Kemenkes RI. https://tbindonesia.or.id/download/9908/?tmstv=1681250414
3. Tuberculin Skin Testing (cdc.gov)
4. stbp_manual-igras-v1.pdf (tbonline.info)
5. Fact Sheets | Testing & Diagnosis | Fact Sheet - Recommendations for Human Immunodeficiency Clinics | TB | CDC
Artikel Terbaru
Lihat >>
Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk
Lihat >>
Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB
Lihat >>
Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan
Lihat >>
Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak
Lihat >>
Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia
Lihat >>
Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis : Dampaknya terhadap Kesehatan Usus
Lihat >>
PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026
Lihat >>
Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan
Lihat >>
Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu
Lihat >>
SI NIMBUS YANG MERESAHKAN
Lihat >>
Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan
Lihat >>
Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia
Lihat >>
Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)
Lihat >>
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
Lihat >>
AWaRe
Lihat >>
Budaya Kerja Kemenkes
Lihat >>
Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah
Lihat >>
Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas
Lihat >>
Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet
Lihat >>
Yang Harus Diketahui Tentang Antraks
Lihat >>
Listeriosis (Foodborne Disease)
Lihat >>
DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS
Lihat >>
Kanker serviks dikarenakan virus HPV
Lihat >>
Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)
Lihat >>
Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)
Lihat >>
Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae
Lihat >>
SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN
Lihat >>
Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan
Lihat >>
DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA
Lihat >>
LEGIONELLOSIS
Lihat >>
BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)
Lihat >>
DEKONTAMINASI
Lihat >>
PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK
Lihat >>
PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)
Lihat >>
PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA
Lihat >>
WORLD TB DAY 24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives
Lihat >>
KONDISI PASKA COVID
Lihat >>
VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2
Lihat >>
DISBARISME
Lihat >>
HIPOKSIA
Lihat >>
JENIS VAKSIN
Lihat >>
PRINSIP DASAR VAKSIN
Lihat >>
KESEHATAN PENERBANGAN
Lihat >>
PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19
Lihat >>
DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE
Lihat >>
PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR
Lihat >>
VARIAN VIRUS SARS CoV-2
Lihat >>
VIRUS NIPAH (Niv)
Lihat >>
SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19
Lihat >>
TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2
Lihat >>
BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?
Lihat >>
STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK
Lihat >>
IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC
Lihat >>
Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan
Lihat >>
DETEKSI BAKTERI RESISTEN
Lihat >>
Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020
Lihat >>
HERD IMMUNITY
Lihat >>
MENINGITIS BAKTERI
Lihat >>
HARI TBC SEDUNIA
Lihat >>
PANDEMI COVID-19
Lihat >>
Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)
Lihat >>
Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella
Lihat >>
Indonesia Masuki Periode Aging Population
Lihat >>
PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK
Lihat >>
Hoax Imunisasi Masih Beredar
Lihat >>
WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !
Lihat >>
Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk
Lihat >>
Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa
Lihat >>
Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''
Lihat >>
Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari
Lihat >>
Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana
Lihat >>
Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku
Lihat >>
Pemberitahuan PNPME 2018
Lihat >>
Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA
@bblabkesmas.surabaya
BBLKMSurabaya
BBLKMSurabaya