Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk
14 September 2026 / By Administrator,
Pernahkah Anda sedang hampir terlelap, lalu tiba-tiba tubuh tersentak seperti terjatuh atau kaget? Sensasi tersebut mungkin terasa mengejutkan, tetapi sebenarnya cukup umum terjadi dan dalam banyak kasus bukan merupakan tanda penyakit serius.
Kondisi ini dikenal sebagai hypnic jerk atau sleep start, yaitu sentakan atau kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak disengaja ketika seseorang sedang beralih dari kondisi terjaga menuju tidur. Sentakan dapat terjadi pada bagian tubuh tertentu, seperti tangan atau kaki, maupun melibatkan seluruh tubuh.
Apa yang Dirasakan Saat Mengalami Hypnic Jerk?
Setiap orang dapat mengalami sensasi yang berbeda. Beberapa tanda yang umum antara lain:
• Tubuh atau anggota tubuh tiba-tiba tersentak.
• Sensasi seperti terjatuh atau terpeleset.
• Terbangun secara mendadak karena kaget.
• Otot mengalami kedutan singkat.
• Jantung terasa berdebar lebih cepat sesaat.
• Terkadang disertai mimpi singkat atau sensasi seperti mendengar suara tertentu.
Pada sebagian besar orang, sentakan ini berlangsung sangat singkat dan tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Hypnic jerk juga merupakan fenomena yang cukup umum; salah satu sumber yang dikutip dalam artikel kesehatan memperkirakan hingga sekitar 70% orang pernah mengalaminya.
Mengapa Hypnic Jerk Bisa Terjadi?
Hingga saat ini, penyebab pasti hypnic jerk belum sepenuhnya dipahami. Kondisi ini terjadi ketika tubuh sedang mengalami perubahan dari keadaan sadar menuju tidur, ketika otot mulai mengalami relaksasi. Salah satu teori menyebutkan bahwa perubahan tersebut dapat berkaitan dengan munculnya sentakan otot secara tiba-tiba, tetapi mekanisme pastinya masih belum diketahui.
Beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan kemungkinan atau frekuensi terjadinya hypnic jerk, di antaranya:
1. Kurang tidur dan kelelahan
Kurang tidur, begadang, atau kelelahan dapat membuat pola tidur terganggu dan dikaitkan dengan meningkatnya kemungkinan mengalami hypnic jerk.
2. Stres dan kecemasan
Stres atau rasa cemas yang tinggi dapat membuat tubuh dan pikiran lebih sulit memasuki kondisi rileks sehingga sentakan saat mulai tidur lebih mungkin terjadi.
3. Konsumsi kafein
Kopi, teh, minuman energi, dan sumber kafein lainnya dapat memberikan efek stimulasi pada tubuh. Konsumsi kafein, terutama menjelang waktu tidur, dapat mengganggu proses tidur dan berpotensi memperburuk hypnic jerk pada sebagian orang.
4. Aktivitas fisik berat menjelang tidur
Aktivitas atau olahraga yang terlalu berat dan dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur juga dapat dikaitkan dengan meningkatnya kemungkinan terjadinya sentakan saat mulai tidur.
5. Pola tidur yang tidak teratur
Kebiasaan tidur dan bangun pada waktu yang berubah-ubah dapat memengaruhi kualitas tidur. Menjaga jadwal tidur yang konsisten dapat membantu menciptakan pola tidur yang lebih baik.
Selain faktor gaya hidup, beberapa obat tertentu juga dilaporkan dapat berkaitan dengan munculnya hypnic jerk, termasuk beberapa jenis obat antidepresan. Kondisi medis tertentu juga dapat disertai gerakan otot yang tidak normal sehingga keluhan yang sering atau berat perlu dievaluasi oleh tenaga kesehatan.
Apakah Hypnic Jerk Berbahaya?
Pada umumnya, hypnic jerk sesekali merupakan kondisi yang normal dan tidak berbahaya. Karena itu, tidak perlu langsung merasa khawatir ketika tubuh tiba-tiba tersentak saat hampir tertidur. Namun, keluhan sebaiknya tidak diabaikan apabila sentakan terjadi sangat sering, semakin berat, atau sampai mengganggu kualitas tidur dan aktivitas sehari-hari.
Konsultasikan dengan dokter apabila hypnic jerk disertai keluhan lain seperti kehilangan kesadaran, kejang yang menetap, gangguan gerak, sesak napas, nyeri hebat, kesulitan tidur berkepanjangan, atau kelelahan berat pada siang hari. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah keluhan tersebut benar-benar hypnic jerk atau berkaitan dengan gangguan tidur maupun kondisi medis lainnya.
Bagaimana Cara Mengurangi Hypnic Jerk?
Meskipun tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi kemungkinan terjadinya hypnic jerk, terutama dengan menjaga kualitas tidur.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
• Tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari.
• Cukupi waktu tidur dan hindari kebiasaan begadang.
• Batasi konsumsi kafein, terutama pada sore dan malam hari.
• Kelola stres dengan melakukan aktivitas yang membuat tubuh lebih rileks, seperti pernapasan dalam, meditasi, atau membaca.
• Hindari olahraga berat menjelang waktu tidur dan berikan jeda sebelum beristirahat.
• Kurangi penggunaan gadget menjelang tidur agar tubuh lebih siap memasuki waktu istirahat.
• Ciptakan lingkungan kamar yang nyaman, tenang, dan mendukung tidur.
Jadi, Haruskah Khawatir?
Jika Anda sesekali mengalami tubuh tersentak ketika hampir tertidur, kondisi tersebut umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Hypnic jerk merupakan fenomena yang cukup umum terjadi ketika tubuh beralih dari kondisi terjaga menuju tidur.
Namun, apabila sentakan semakin sering, mengganggu tidur, atau muncul bersama gejala lain yang tidak biasa, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Tidur yang cukup dan berkualitas merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh. Jadi, jangan abaikan kebiasaan tidur yang baik hanya karena menganggapnya sebagai hal sepele.
Sumber :
https://www.alodokter.com/hypnic-jerk-bisa-mengganggu-tidur-malam-anda
https://www.halodoc.com/artikel/kenapa-saya-kejang-saat-tidur-ini-hypnic-jerk?srsltid=AfmBOopPsrFzTOhkfKWAZ_d2XeaVGr76SjrPDAiU6-aDpeJS4bZBHkiv
https://rsrw.go.id/artikel/kenali-hypnic-jerk
https://columbiaasia.co.id/artikel/kesehatan/hypnic-jerk-kenapa-tiba-tiba-tersentak-saat-hampir-pulas/
Artikel Terbaru
Lihat >>
Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk
Lihat >>
Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB
Lihat >>
Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan
Lihat >>
Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak
Lihat >>
Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia
Lihat >>
Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis : Dampaknya terhadap Kesehatan Usus
Lihat >>
PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026
Lihat >>
Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan
Lihat >>
Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu
Lihat >>
SI NIMBUS YANG MERESAHKAN
Lihat >>
Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan
Lihat >>
Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia
Lihat >>
Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)
Lihat >>
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
Lihat >>
AWaRe
Lihat >>
Budaya Kerja Kemenkes
Lihat >>
Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah
Lihat >>
Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas
Lihat >>
Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet
Lihat >>
Yang Harus Diketahui Tentang Antraks
Lihat >>
Listeriosis (Foodborne Disease)
Lihat >>
DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS
Lihat >>
Kanker serviks dikarenakan virus HPV
Lihat >>
Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)
Lihat >>
Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)
Lihat >>
Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae
Lihat >>
SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN
Lihat >>
Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan
Lihat >>
DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA
Lihat >>
LEGIONELLOSIS
Lihat >>
BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)
Lihat >>
DEKONTAMINASI
Lihat >>
PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK
Lihat >>
PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)
Lihat >>
PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA
Lihat >>
WORLD TB DAY 24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives
Lihat >>
KONDISI PASKA COVID
Lihat >>
VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2
Lihat >>
DISBARISME
Lihat >>
HIPOKSIA
Lihat >>
JENIS VAKSIN
Lihat >>
PRINSIP DASAR VAKSIN
Lihat >>
KESEHATAN PENERBANGAN
Lihat >>
PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19
Lihat >>
DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE
Lihat >>
PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR
Lihat >>
VARIAN VIRUS SARS CoV-2
Lihat >>
VIRUS NIPAH (Niv)
Lihat >>
SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19
Lihat >>
TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2
Lihat >>
BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?
Lihat >>
STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK
Lihat >>
IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC
Lihat >>
Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan
Lihat >>
DETEKSI BAKTERI RESISTEN
Lihat >>
Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020
Lihat >>
HERD IMMUNITY
Lihat >>
MENINGITIS BAKTERI
Lihat >>
HARI TBC SEDUNIA
Lihat >>
PANDEMI COVID-19
Lihat >>
Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)
Lihat >>
Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella
Lihat >>
Indonesia Masuki Periode Aging Population
Lihat >>
PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK
Lihat >>
Hoax Imunisasi Masih Beredar
Lihat >>
WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !
Lihat >>
Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk
Lihat >>
Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa
Lihat >>
Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''
Lihat >>
Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari
Lihat >>
Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana
Lihat >>
Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku
Lihat >>
Pemberitahuan PNPME 2018
Lihat >>
Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA
@bblabkesmas.surabaya
BBLKMSurabaya
BBLKMSurabaya