Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya (BBLabkesmas)

Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya

031-5020306, 031-5021451 031-5020388 bblabkesmas.surabaya@kemkes.go.id Jl. Karangmenjangan 18, Surabaya 60286
Daftar Layanan Online LAYANAN ONLINE SIMULTAN SIMULTAN

DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA

DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA

04 Oktober 2022 / By Administrator,

Oleh : dr. Titiek Sulistyowati, M. Ked. Klin, Sp. MK

 

Penyakit Legionnaires adalah infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri dari genus Legionella yang biasanya terjadi pada orang dewasa dan sering dikaitkan dengan penyakit yang mendasarinya. Penyakit Legionnaires biasanya muncul sebagai pneumonia dengan gambaran sistemik umum dan mungkin mendominasi. Infeksi luka disebabkan oleh Legionella kadang bisa terjadi. Legionella pneumophila serogrup 1 (Lp1) adalah penyebab paling umum Penyakit Legionnaires. Penyakit ini bersumber dari lingkungan, meskipun sumber lingkungan jarang diidentifikasi dengan pasti dalam kasus-kasus sporadis, seperti menara pendingin AC, pancuran atau outlet air minum lainnya. Infeksi karena serogrup dan spesies lain kurang umum, biasanya sporadis dan lebih mungkin terjadi pada individu dengan penyakit yang mendasari terkait dengan defisiensi imun atau patologi pernapasan.
Indikasi untuk pemeriksaan laboratorium terhadap penyakit Legionella:
• Pasien gagal pengobatan antibiotik rawat jalan untuk pneumonia yang didapat dari komunitas
• Pasien pneumonia berat, khususnya yang membutuhkan perawatan intensif
• Pasien immunocompromised dengan pneumonia
• Pasien dengan riwayat perjalanan (pasien perjalanan jauh dari rumah dalam 14 hari sebelum timbul gejala)
• Pasien rawat inap dengan pneumonia terkait perawatan kesehatan (pneumonia onset 48 jam setelah masuk) berisiko terkena penyakit Legionella
• Pasien rawat inap semalam di fasilitas kesehatan dalam 14 hari sebelum timbul gejala
• Pasien hubungan epidemiologis dengan sumber Legionella terkonfirmasi atau telah dikaitkan dengan minimal satu kasus penyakit Legionnaires yang terkonfirmasi laboratorium

 

Deteksi laboratorium untuk Legionella antara lain:
1. Isolasi bakteri dengan kultur atau biakan dari spesimen klinis
Legionella spp adalah bakteri fastidious atau mudah mati, sehingga membutuhkan faktor suplemen pertumbuhan esensial termasuk sistein untuk keberhasilan isolasi dari bahan klinis. Legionella spp adalah bakteri Gram negatif, tidak berspora, tumbuh secara aerobik dan membutuhkan tingkat kelembapan tinggi. Legionellae tumbuh pada beberapa jenis media buatan yang kompleks; namun, media dan prosedur yang paling berhasil termasuk media agar Buffered Charcoal Yeast Extract (BCYE) yang mengandung 0,1% α-ketoglutarat dengan l-sistein yang diinkubasi pada suhu 35°C dalam atmosfer CO2 2,5% yang dilembabkan. Spesies Legionella biasanya memerlukan inkubasi 48 jam sebelum pertumbuhan terlihat. Koloni mungkin tidak terlihat jelas hingga 5 hari atau lebih. Plate biakan harus diinkubasi dan diperiksa koloni khas setiap hari hingga inkubasi 10 hari menggunakan mikroskop bedah dengan pencahayaan samping. Isolasi Legionella dapat berasal dari sekret pernapasan bagian bawah, jaringan paru-paru, cairan pleura, atau tempat steril. Pemeriksaan biakan bisa mendeteksi spesies Legionella dan serogrup yang tidak dapat dideteksi oleh tes antigen urin. Dalam kasus ini, kultur harus dilakukan hanya jika etiologi lain telah disingkirkan. Sensitivitas deteksi Legionella dengan kultur spesimen klinis sangat bervariasi, mulai dari <10% - 80%, dan pemulihan bergantung pada jenis sampel serta pengalaman dan kecakapan teknis personel laboratorium. Sedangkan spesifitas mendekati 100%.

Perhatikan bahwa laboratorium terkadang menolak spesimen pernapasan bagian bawah selama pemeriksaan pneumonia berdasarkan kualitas spesimen (misal, karena kurangnya sel darah putih dalam specimen atau kontaminasi dengan bakteri lain). Namun, laboratorium tidak boleh menolak spesimen pernapasan bagian bawah karena alasan ini saat menangani penyakit Legionnaires karena Legionella sering dapat ditemukan. Dahak yang dihasilkan oleh pasien dengan penyakit Legionnaires mungkin tidak memiliki banyak sel darah putih. Bakteri kontaminan tidak berdampak negatif terhadap isolasi Legionella pada media selektif (misalnya, Buffered Charcoal Yeast Extract [BCYE] agar plus antibiotik).

 

2. Deteksi antigen urin spesifik (hanya L. pneumophila serogrup 1)
Tes laboratorium yang paling umum digunakan untuk diagnosis penyakit Legionnaires adalah antigen urin. Saat ini 97% diagnosis klinis diperoleh dengan tes antigen urin. Tes ini menggunakan antibodi monoklonal yang secara khusus mengenali sebagian besar antigen lipopolisakarida L. pneumophila serogrup 1 sebagai penyebab 50 - 80% penyakit Legionnaires. Tes ini tidak bisa mendeteksi penyakit yang disebabkan oleh L. pneumophila serogrup lain atau spesies lain dari Legionella, sehingga 20–50% kasus penyakit Legionnaires tetap tidak terdiagnosis jika antigen urin digunakan sebagai satu-satunya tes untuk diagnosis. Serogrup lain dari L. pneumophila dan spesies lain juga penting dalam penyakit, terutama serogrup 4 dan 6, dan spesies L. micdadei dan L. longbeachae. Jika pasien menderita pneumonia dan tes antigen urin positif, maka pasien harus dipertimbangkan terkena penyakit Legionnaires. Tes dapat tetap positif selama beberapa minggu setelah infeksi, bahkan dengan pengobatan antibiotik. Namun, semua spesies dan serogrup Legionella berpotensi patogen, sehingga pasien dengan hasil antigen urin negatif dapat terkena penyakit Legionnaires yang disebabkan oleh spesies Legionella atau serogrup lain, sehingga disarankan untuk pemeriksaan kombinasi antara tes antigen urin dan biakan. Kinerja tes sangat mudah dan hasil dapat tersedia dalam beberapa menit setelah pemrosesan. Sensitivitas antara 69-100% dan spesifisitas berkisar 99-100%.

 

3. Deteksi antibodi serum (atau serokonversi) terhadap spesies Legionella
Pengujian serologis untuk antibodi IgG dan IgM terhadap Legionella adalah alat diagnostik yang sangat penting dalam penyelidikan wabah Philadelphia dan salah satu metode utama yang digunakan untuk diagnosis Legionella pada awal 1980-an. Meskipun pernah populer, jumlah dan ruang lingkup tes serologis yang dilakukan di laboratorium klinis modern telah menurun secara signifikan dengan adanya media dan teknik kultur standar dan analisis yang lebih cepat dan lebih pasti seperti detksi antigen cepat dan metode molekuler. Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penggunaan serologi untuk konfirmasi Legionella di Eropa menurun dari 61% menjadi 6% pada periode 1995 hingga 2010, digantikan oleh deteksi antigen urin yang lebih cepat dan tidak terlalu membutuhkan teknis secara detail.

 

4. Direct fuorescent antigen (DFA)
Direct fuorescent antigen (DFA) adalah tes cepat yang membutuhkan keahlian. Sensitivitas DFA sekitar 70% untuk mendeteksi L. pneumophila serogrup 1 dengan spesifisitas mendekati 99%. DFA dapat digunakan sebagai uji konfirmasi untuk dugaan koloni Legionella yang diisolasi dari biakan.

 

5. Uji amplifikasi asam nukleat Legionella spesifik dalam spesimen yang sesuai
PCR dan hibridisasi in situ telah menyediakan alat yang tersedia secara komersial untuk diagnosis cepat. Kit yang tersedia secara komersial untuk PCR/RT-PCR untuk spesimen saluran pernapasan memiliki sensitivitas berkisar antara 17 - 100% dan spesifisitas berkisar antara 95 - 100%. Probe genus dan probe L. pneumophila telah dikembangkan, tetapi hasilnya jarang mengidentifikasi spesies atau serogrup tertentu. PCR dapat dilakukan dalam beberapa jam, tetapi diperlukan keahlian laboratorium. Penggunaan teknologi PCR sangat hemat biaya bila diterapkan pada mikroorganisme yang tumbuh lambat atau sulit tumbuh di laboratorium, seperti Legionella, dan sangat ideal bila diperlukan deteksi yang akurat dan cepat. PCR akan bisa mendeteksi adanya mikroorganisme dalam spesimen jika hasil biakan negatif, yang mungkin terjadi pada pasien yang telah mendapatkan pengobatan antibiotik. Pengembangan protokol dan prosedur PCR terstandarisasi dan tervalidasi yang melibatkan integrasi teknik persiapan spesimen yang efisien dan cepat dengan teknologi PCR cepat di tahun mendatang akan secara signifikan meningkatkan deteksi, pencegahan, dan pengelolaan infeksi Legionella.

Mengingat kasus Legionnaires ini masih terkait dengan wabah atau kejadian luar biasa, maka kita harus selalu waspada terhadap penyakit ini. Perbandingan isolat klinis dan lingkungan menggunakan teknik serologi dan molekuler dapat membantu mengidentifikasi sumber dalam investigasi wabah penyakit Legionella. Karena Legionella umumnya terdapat di lingkungan, isolat klinis dapat membantu menginterpretasikan temuan dari penyelidikan lingkungan.

 

REFERENSI :
1. Legionnaires Disease Diagnosis, Treatment, and Prevention | CDC
2. Mercante JW, Winchell JM. Current and emerging Legionella diagnostics for laboratory and outbreak investigations. Clin Microbiol Rev. 2015 Jan;28(1):95-133. doi: 10.1128/CMR.00029-14. PMID: 25567224; PMCID: PMC4284297.
3. Pierre DM, Baron J, Yu VL, Stout JE. Diagnostic testing for Legionnaires' disease. Ann Clin Microbiol Antimicrob. 2017 Aug 29;16(1):59. doi: 10.1186/s12941-017-0229-6. PMID: 28851372; PMCID: PMC5576257.

 

Artikel Terbaru

Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk

Lihat >>

Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk

14 September 2026 / By Administrator
Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB

Lihat >>

Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB

31 Agustus 2026 / By Administrator
Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan

Lihat >>

Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan

30 Juni 2026 / By Administrator
Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak

Lihat >>

Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak

16 April 2026 / By Administrator
Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia

Lihat >>

Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia

24 Maret 2026 / By Administrator
Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis :             Dampaknya terhadap Kesehatan Usus

Lihat >>

Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis : Dampaknya terhadap Kesehatan Usus

27 Februari 2026 / By Administrator
PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026

Lihat >>

PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026

07 November 2025 / By Administrator
Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan

Lihat >>

Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan

30 Oktober 2025 / By Administrator
Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu

Lihat >>

Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu

22 September 2025 / By Administrator
SI NIMBUS YANG MERESAHKAN

Lihat >>

SI NIMBUS YANG MERESAHKAN

30 Juni 2025 / By Administrator
Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan

Lihat >>

Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan

10 Juni 2025 / By Administrator
Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia

Lihat >>

Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia

05 Mei 2025 / By Administrator
Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)

Lihat >>

Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)

28 Februari 2025 / By Administrator
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

Lihat >>

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

10 Januari 2025 / By Administrator
AWaRe

Lihat >>

AWaRe

09 Desember 2024 / By Administrator
Budaya Kerja Kemenkes

Lihat >>

Budaya Kerja Kemenkes

20 Februari 2024 / By Administrator
Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah

Lihat >>

Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah

23 Oktober 2023 / By Administrator
Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas

Lihat >>

Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas

06 September 2023 / By Administrator
Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet

Lihat >>

Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet

08 Agustus 2023 / By Administrator
Yang Harus Diketahui Tentang Antraks

Lihat >>

Yang Harus Diketahui Tentang Antraks

26 Juli 2023 / By Administrator
Listeriosis (Foodborne Disease)

Lihat >>

Listeriosis (Foodborne Disease)

07 Juni 2023 / By Administrator
DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS

Lihat >>

DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS

20 Mei 2023 / By Administrator
Kanker serviks dikarenakan virus HPV

Lihat >>

Kanker serviks dikarenakan virus HPV

10 April 2023 / By Administrator
Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)

Lihat >>

Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)

27 Maret 2023 / By Administrator
Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)

Lihat >>

Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)

23 Februari 2023 / By Administrator
Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae

Lihat >>

Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae

04 Januari 2023 / By Administrator
SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN

Lihat >>

SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN

02 Desember 2022 / By Administrator
Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan

Lihat >>

Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan

09 November 2022 / By Administrator
DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA

Lihat >>

DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA

04 Oktober 2022 / By Administrator
LEGIONELLOSIS

Lihat >>

LEGIONELLOSIS

02 September 2022 / By Administrator
BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)

Lihat >>

BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)

03 Agustus 2022 / By Administrator
DEKONTAMINASI

Lihat >>

DEKONTAMINASI

15 Juli 2022 / By Administrator
PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK

Lihat >>

PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK

15 Juni 2022 / By Administrator
PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)

Lihat >>

PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)

24 Mei 2022 / By Administrator
PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA

Lihat >>

PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA

12 April 2022 / By Administrator
WORLD TB DAY  24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives

Lihat >>

WORLD TB DAY 24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives

23 Maret 2022 / By Administrator
KONDISI PASKA COVID

Lihat >>

KONDISI PASKA COVID

24 Februari 2022 / By Administrator
VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2

Lihat >>

VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2

06 Januari 2022 / By Administrator
DISBARISME

Lihat >>

DISBARISME

03 Desember 2021 / By Administrator
HIPOKSIA

Lihat >>

HIPOKSIA

08 November 2021 / By Administrator
JENIS VAKSIN

Lihat >>

JENIS VAKSIN

12 Oktober 2021 / By Administrator
PRINSIP DASAR VAKSIN

Lihat >>

PRINSIP DASAR VAKSIN

14 September 2021 / By Administrator
KESEHATAN PENERBANGAN

Lihat >>

KESEHATAN PENERBANGAN

11 Agustus 2021 / By Administrator
PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19

Lihat >>

PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19

20 Juli 2021 / By Administrator
DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE

Lihat >>

DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE

23 Juni 2021 / By Administrator
PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR

Lihat >>

PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR

28 Mei 2021 / By Administrator
VARIAN VIRUS SARS CoV-2

Lihat >>

VARIAN VIRUS SARS CoV-2

14 April 2021 / By Administrator
VIRUS NIPAH (Niv)

Lihat >>

VIRUS NIPAH (Niv)

02 Maret 2021 / By Administrator
SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19

Lihat >>

SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19

22 Februari 2021 / By Administrator
TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2

Lihat >>

TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2

19 Januari 2021 / By Administrator
BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?

Lihat >>

BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?

08 Desember 2020 / By Administrator
STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK

Lihat >>

STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK

03 November 2020 / By Administrator
IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC

Lihat >>

IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC

01 September 2020 / By Administrator
Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan

Lihat >>

Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan

28 Agustus 2020 / By Administrator
DETEKSI BAKTERI RESISTEN

Lihat >>

DETEKSI BAKTERI RESISTEN

24 Juni 2020 / By Administrator
Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020

Lihat >>

Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020

04 Juni 2020 / By Administrator
HERD IMMUNITY

Lihat >>

HERD IMMUNITY

27 Mei 2020 / By Administrator
MENINGITIS BAKTERI

Lihat >>

MENINGITIS BAKTERI

30 April 2020 / By Administrator
HARI TBC SEDUNIA

Lihat >>

HARI TBC SEDUNIA

25 Maret 2020 / By Administrator
PANDEMI COVID-19

Lihat >>

PANDEMI COVID-19

17 Maret 2020 / By Administrator
Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)

Lihat >>

Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)

03 Februari 2020 / By Administrator
Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella

Lihat >>

Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella

09 Desember 2019 / By Administrator
Indonesia Masuki Periode Aging Population

Lihat >>

Indonesia Masuki Periode Aging Population

04 Juli 2019 / By Administrator
PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK

Lihat >>

PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK

10 Juni 2019 / By Administrator
Hoax Imunisasi Masih Beredar

Lihat >>

Hoax Imunisasi Masih Beredar

01 Mei 2019 / By Administrator
WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !

Lihat >>

WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !

23 April 2019 / By Administrator
Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk

Lihat >>

Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk

15 Maret 2019 / By Administrator
Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa

Lihat >>

Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa

27 Februari 2019 / By Administrator
Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''

Lihat >>

Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''

06 September 2018 / By Administrator
Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari

Lihat >>

Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari

07 Agustus 2018 / By Administrator
Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana

Lihat >>

Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana

03 Juli 2018 / By Administrator
Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku

Lihat >>

Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku

29 April 2018 / By Administrator
Pemberitahuan PNPME 2018

Lihat >>

Pemberitahuan PNPME 2018

28 Maret 2018 / By Administrator
Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA

Lihat >>

Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA

01 Maret 2018 / By Administrator