Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya (BBLabkesmas)

Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya

031-5020306, 031-5021451 031-5020388 bblabkesmas.surabaya@kemkes.go.id Jl. Karangmenjangan 18, Surabaya 60286
Daftar Layanan Online LAYANAN ONLINE SIMULTAN SIMULTAN

Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia

Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia

05 Mei 2025 / By Administrator,

Oleh: dr. Titiek Sulistyowati, M. Ked. Klin, Sp. MK (K)

 

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang masih sangat berkaitan dengan stigma kemiskinan, kekurangan gizi, dan fungsi kekebalan tubuh kurang. Morbiditas dan mortalitas TBC tertinggi terdapat di negara berkembang termasuk Indonesia. Kekurangan gizi akan meningkatkan risiko penyakit TBC dan penyakit TBC sendiri juga dapat menyebabkan kekurangan gizi. Oleh karena itu, kekurangan gizi sangat umum terjadi di antara pasien TBC. Kekurangan gizi merupakan faktor risiko perkembangan infeksi menjadi penyakit TBC aktif. Kekurangan gizi saat diagnosis TBC aktif merupakan prediktor peningkatan risiko kematian dan kambuhnya TBC.

Infeksi dapat menyebabkan stres gizi dan penurunan berat badan, yang dapat mempengaruhi fungsi kekebalan tubuh dan status gizi, sementara kekurangan gizi mengurangi kekebalan seluler dan meningkatkan kerentanan terhadap infeksi. Berbagai macam zat gizi seperti zat gizi makro dan mikro (vitamin, mineral, dan trace element) dikaitkan dengan peningkatan respon imun terhadap patogen intraseluler seperti bakteri Mycobacterium tuberculosis complex (M.tbc). Zat gizi ini memiliki efek imunomodulator dalam mengendalikan proses infeksi dan peradangan atau inflamasi. Kekurangan protein-energi atau zat gizi mikro dapat menyebabkan perubahan homeostasis imun sehingga meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi atau perkembangan infeksi menjadi penyakit.

 

Malnutrisi dan Imunitas Host

Malnutrisi diperkirakan menjadi penyebab paling umum dari defisiensi imun sekunder di seluruh dunia. Jika ada bakteri M. tuberculosis complex (M. tbc) masuk ke dalam tubuh host atau inang, maka langkah pertama respon imun tubuh adalah fagositosis makrofag alveolar yang ada di dalam paru. Suatu studi terhadap hewan coba yaitu tikus menunjukkan bahwa makrofag peritoneal pada tikus yang diberi diet atau makan rendah protein telah terbukti mengalami penurunan mobilitas, kemotaksis, perlekatan, dan konsumsi Candida albicans yang ter opsonisasi. Status gizi buruk sebagai penyebab umum defisiensi imun sekunder terlibat dalam gangguan respon imun bawaan dan adaptif dengan melemahkan atau menghambat aspek respon mikobakterisid, imunitas berbasis sel, dan pelepasan sitokin (seperti TNF, interferon , IL-12. Studi menunjukkan adanya penyimpangan respon respon sitokin dan Th-1 dan gangguan induksinya yang merupakan faktor penting bagi pertahanan adaptif terhadap patogen intraseluler. Selain itu, defisiensi kapasitas opsonik faktor komplemen C3, kemampuan dan fungsi fagositosis makrofag, serta presentasi antigen, terbukti berhubungan dengan malnutrisi.

Selain malnutrisi ditandai dengan indeks massa tubuh (IMT) rendah, defisiensi mikronutrien sering terjadi pada pasien TB dan dapat mengganggu kekebalan tubuh melalui beberapa mekanisme. Misal, vitamin D memiliki sifat imunomodulator yang diketahui dan defisiensinya telah diketahui sebagai faktor risiko infeksi saluran napas termasuk TB. Defisiensi seng dan tembaga juga dapat membatasi respon mikobakterisida. Status gizi juga dapat mempengaruhi respon vaksin. Malnutrisi telah terbukti berhubungan dengan keterlambatan reaktivitas setelah vaksinasi BCG. Selain itu, IMT rendah, defisiensi mikronutrien, malabsorpsi, dan diare, semuanya berhubungan dengan berkurangnya efektivitas vaksinasi. Komposisi tubuh yang berubah atau gangguan fungsi gastrointestinal akibat kekurangan gizi dapat mengubah farmakokinetik dan farmakodinamik obat TB dan dapat mengakibatkan kegagalan pengobatan atau peningkatan toksisitas. Fenomena ini juga diamati pada pasien kanker yang mengalami toksisitas lebih tinggi dan toleransi lebih rendah terhadap kemoterapi dengan adanya malnutrisi, terutama karena massa otot rangka yang rendah. Perubahan yang berhubungan dengan malnutrisi dapat mengakibatkan penyerapan obat yang bervariasi, volume distribusi, konsentrasi serum, kemanjuran obat, toksisitas obat, dan dapat menyebabkan dosis kurang optimal, kegagalan pengobatan, dan perkembangan resistensi obat.

 

Kebutuhan makronutrien pada TB aktif

TB aktif, seperti penyakit menular lain, kemungkinan akan meningkatkan kebutuhan energi, dan data tentang tingkat peningkatan kebutuhan energi sebenarnya yang disebabkan oleh infeksi HIV dapat digunakan sebagai panduan. Penelitian menunjukkan bahwa subjek yang menerima suplemen makanan selama pengobatan TB cenderung bertambah berat badan lebih banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak menerima suplemen makanan, tetapi peningkatan berat badan tersebut tidak dikaitkan dengan perbaikan hasil pengobatan TB . Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa proporsi energi makanan dari makronutrien (misal protein, karbohidrat, dan lemak), yang juga dikenal sebagai distribusi makronutrien, berbeda untuk orang dengan TB aktif dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita TB. Secara umum direkomendasikan agar semua orang mengonsumsi sekitar 15–30% energi sebagai protein, 25–35% sebagai lemak dan 45–65% sebagai karbohidrat.

 

Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Makro
1.    Anak

  • Energi : Kebutuhan disesuaikan dengan faktor usia, faktor pertumbuhan dan koreksi faktor stress (150-200% AKG)   
  • Protein : Kebutuhan disesuaikan dengan faktor usia dan faktor pertumbuhan
  • Lemak : usia < 2 thn dapat mencapai 55% dari total energi; usia > 2 thn maksimal 30% dari total energi
  • Karbohidrat : usia < 2 thn dapat mencapai 40-50% dari total energi; usia > 2 thn maksimal 50-60% dari total energi. Pengurangan KH dilakukan pada kondisi sesak untuk mengurangi penumpukan CO2.

2.    Dewasa

  • Energi :  35 - 40 Kkal/ kgBB ideal
  • Protein : 1,2 – 1,5 gram/ kg BB atau 15 % dari total energi
  • Lemak : 20 – 25 % dari total energi atau ditambah bisa sampai 45% apabila karbohidrat diberikan kurang
  • Karbohidrat : 60 – 70% dari total energi atau 40 – 50 % (kondisi sesak untuk mengurangi dampak metabolisme KH (CO2 ).
  • Kebutuhan mikronutrien pada TB aktif

Konsentrasi sirkulasi mikronutrien yang rendah, seperti vitamin A, E, dan D, serta mineral zat besi, seng, dan selenium telah dilaporkan dari kelompok pasien yang memulai pengobatan TB aktif. Kondisi ini biasanya akan kembali normal setelah 2 bulan menjalani pengobatan TB yang tepat. Karena belum ada penelitian yang dilakukan terhadap asupan makanan mendekati waktu diagnosis, tidak jelas apakah konsentrasi rendah tersebut terkait dengan asupan makanan rendah, proses metabolisme, atau penyakit itu sendiri. Tidak diketahui apakah kembalinya konsentrasi normal yang diamati bergantung pada kualitas asupan makanan.

 

Kebutuhan Zat Gizi Mikro Untuk Dewasa dan Anak


Prinsip Diit, antara lain :

  • Makanan mengandung energi dan protein tinggi (Tinggi Energi Tinggi Protein).
  • Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan makan pasien, misal pasien batuk terus menerus dianjurkan diberi makanan dalam bentuk makanan lunak.
  • Apabila asupan kurang dari 50% kebutuhan, perlu kombinasi pemberian makanan, misal  bentuk makanan lunak dan makanan cair (enteral).
  • Frekuensi makan dapat sampai 6 kali makanan utama dengan porsi kecil yang padat gizi. Makanan padat gizi dapat dibuat dengan menambahkan susu, telur, tepung, minyak, santan, dll dalam makanan.
  • Makanan berkuah atau banyak cairan.
  • Utamakan sumber karbohidrat kompleks misal nasi, kentang, mi, bihun, roti.
  • Hidangan makanan menarik dan mengundang selera makan.
  • Bila memungkinkan, konsumsi susu 2 – 3 gelas/hari.
  • Konsumsi sayur dan buah sebanyak 5 – 6 porsi/hari.
  • Hindari pengolahan makanan dengan digoreng, terlalu manis (gula dan sirup), terlalu asam, es dan pedas atau merangsang lain seperti teh dan kopi karena akan merangsang batuk.
  • Hindari alkohol.

Prinsip keamanan pangan, antara lain :  

  • Jangan makan makanan mentah dan kurang matang.
  • Mencuci makanan dan peralatan makan dengan air bersih dan mengalir.
  • Air minum dimasak sampai mendidih sebelum dikonsumsi. Jangan mengkonsumsi air mentah / es batu dari air mentah.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir saat mengolah makanan, sebelum dan sesudah makan, setelah kontak dengan binatang, keluar dari toilet, setelah bersin dan batuk.
  • Jika membeli makanan, pilih makanan segar. Perhatikan keutuhan kemasan dan tanggal kadaluarsa pada produk makanan jadi/pabrikan.
  • Menyimpan makanan matang dalam kondisi tertutup paling lama 3 jam atau dihangatkan kembali.

Masalah yang Berkaitan Dengan Asupan Makan dan Penatalaksanaan
1. Tidak nafsu makan

  • Mulai dengan memberikan makanan favorit
  • Porsi kecil dan diberikan sering
  • Pilih makanan dengan dentsitas kalori yang tinggi
  • Hindari makanan dengan aroma menyengat
  • Ciptakan suasana makanan yang menyenangkan

2. Batuk dan sesak napas

  • Porsi kecil diberikan sering
  • Memilih makanan berkuah dan bersuhu hangat
  • Menghindari olahan makanan yang digoreng  
  • Konsistensi makanan lunak
  • Bila sesak berat jumlah karbohidrat dapat dikurangi dan diganti dengan sumber lemak (contohnya santan, margarin, minyak)  
  • Sumber karbohidrat diutamakan dari karbohidrat kompleks (roti, kentang, nasi, mie)

3. Demam

  • Berikan makanan yang kaya akan zat gizi misal sup yang isinya bervariasi
  • Perbanyak minum walaupun tidak terasa haus
  • Penuhi kebutuhan zat gizi sesuai dengan derajat demam

4. Penurunan Berat Badan

  • Tingkatkan kualitas dan kuantitas makanan bergizi frekuensinya sering
  • Berikan makanan sumber protein seperti daging, telur, susu, kacang – kacangan  
  • Upayakan asupan gizi secara optimal

5. Mual dan muntah

  • Porsi kecil tapi sering setiap 2-3 jam
  • Makan secara perlahan dan hindari berbaring setelah makan. Beri jarak antara makan dengan berbaring sekitar 20 menit.  
  • Mengurangi makanan yang memicu rasa mual seperti makanan yang digoreng, bersantan kental, dll.
  • Hindari kafein, makanan yang berbumbu tajam, dan alcohol.
  • Pemberian makanan selingan berupa roti putih, biskuit.  
  • Jika muntah, gantikan cairan yang keluar dengan perbanyak minum.
  • Diberi motivasi untuk makan sesering mungkin sesuai kemampuan.
  • Konsumsi makanan dengan jumlah banyak pada saat perut nyaman dan tidak mual.
  • Makanlah di lingkungan yang tenang dan sirkulasi udara baik.
  • Hindari aroma makanan yang dapat menimbulkan rasa mual.
  • Hindari beraktifitas berat setelah makan.

Peran gizi yang melekat dalam TB menyoroti pentingnya mengatasi kekurangan gizi untuk memerangi penyebaran. Kekurangan gizi yang terkait dengan TB dapat memperburuk hasil prognosis, meningkatkan keparahan penyakit, membuat pengobatan menjadi kurang efektif, dan meningkatkan risiko kekambuhan. Pasien TB sering kali datang bersamaan dengan kebiasaan merokok, alkohol, atau penyalahgunaan zat lain, yang semuanya menimbulkan risiko tambahan untuk kekurangan gizi. Kekurangan gizi juga dapat meningkatkan risiko timbulnya kelemahan, kecacatan, dan komplikasi, dengan hasil lebih buruk pada banyak kondisi penyakit. Dengan demikian kekurangan gizi tidak hanya merupakan faktor risiko untuk TB, tetapi juga target pengobatan yang penting. Asupan gizi yang memadai berpotensi untuk mendukung dan meningkatkan kepatuhan dan hasil pengobatan pada pasien TB. Dukungan suplementasi gizi selama strategi pengobatan yang diobservasi secara langsung (DOTS) dikaitkan dengan respons pengobatan yang baik. Selain itu, pedoman operasional WHO tentang perawatan dan dukungan gizi untuk pasien TB merekomendasikan penilaian dan manajemen gizi yang dipersonalisasi, yang menggabungkan konseling dan intervensi gizi, untuk melawan potensi kegagalan pengobatan.


Referensi:
1. Guideline: Nutritional Care and Support for Patients with Tuberculosis. Geneva: World Health Organization; 2013. 2, Background. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK189860/
2. J. Ockenga, K. Fuhse, S. Chatterjee, R. Malykh, H. Rippin, M. Pirlich, A. Yedilbayev, K. Wickramasinghe, R. Barazzoni, Tuberculosis and malnutrition: The European perspective, Clinical Nutrition, Volume 42, Issue 4, 2023, Pages 486-492, ISSN 0261-5614, https://doi.org/10.1016/j.clnu.2023.01.016. (https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0261561423000250)
3. Nutrition Information Centre University of Stellenbosch Department of Human Nutrition P.O. Box 19063, Tygerberg, 7505 Tel: (27) 021-933 1408 Fax: (27) 021-933 1405 E-Mail: nicus@sun.ac.za WEBSITE: http://www.sun.ac.za/nicus/
4. Kemenkes RI. 2014. Pedoman Pelayanan Gizi Pada Pasien Tuberkulosis.

 

Artikel Terbaru

Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk

Lihat >>

Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk

14 September 2026 / By Administrator
Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB

Lihat >>

Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB

31 Agustus 2026 / By Administrator
Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan

Lihat >>

Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan

30 Juni 2026 / By Administrator
Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak

Lihat >>

Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak

16 April 2026 / By Administrator
Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia

Lihat >>

Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia

24 Maret 2026 / By Administrator
Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis :             Dampaknya terhadap Kesehatan Usus

Lihat >>

Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis : Dampaknya terhadap Kesehatan Usus

27 Februari 2026 / By Administrator
PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026

Lihat >>

PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026

07 November 2025 / By Administrator
Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan

Lihat >>

Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan

30 Oktober 2025 / By Administrator
Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu

Lihat >>

Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu

22 September 2025 / By Administrator
SI NIMBUS YANG MERESAHKAN

Lihat >>

SI NIMBUS YANG MERESAHKAN

30 Juni 2025 / By Administrator
Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan

Lihat >>

Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan

10 Juni 2025 / By Administrator
Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia

Lihat >>

Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia

05 Mei 2025 / By Administrator
Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)

Lihat >>

Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)

28 Februari 2025 / By Administrator
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

Lihat >>

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)

10 Januari 2025 / By Administrator
AWaRe

Lihat >>

AWaRe

09 Desember 2024 / By Administrator
Budaya Kerja Kemenkes

Lihat >>

Budaya Kerja Kemenkes

20 Februari 2024 / By Administrator
Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah

Lihat >>

Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah

23 Oktober 2023 / By Administrator
Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas

Lihat >>

Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas

06 September 2023 / By Administrator
Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet

Lihat >>

Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet

08 Agustus 2023 / By Administrator
Yang Harus Diketahui Tentang Antraks

Lihat >>

Yang Harus Diketahui Tentang Antraks

26 Juli 2023 / By Administrator
Listeriosis (Foodborne Disease)

Lihat >>

Listeriosis (Foodborne Disease)

07 Juni 2023 / By Administrator
DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS

Lihat >>

DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS

20 Mei 2023 / By Administrator
Kanker serviks dikarenakan virus HPV

Lihat >>

Kanker serviks dikarenakan virus HPV

10 April 2023 / By Administrator
Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)

Lihat >>

Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)

27 Maret 2023 / By Administrator
Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)

Lihat >>

Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)

23 Februari 2023 / By Administrator
Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae

Lihat >>

Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae

04 Januari 2023 / By Administrator
SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN

Lihat >>

SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN

02 Desember 2022 / By Administrator
Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan

Lihat >>

Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan

09 November 2022 / By Administrator
DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA

Lihat >>

DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA

04 Oktober 2022 / By Administrator
LEGIONELLOSIS

Lihat >>

LEGIONELLOSIS

02 September 2022 / By Administrator
BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)

Lihat >>

BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)

03 Agustus 2022 / By Administrator
DEKONTAMINASI

Lihat >>

DEKONTAMINASI

15 Juli 2022 / By Administrator
PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK

Lihat >>

PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK

15 Juni 2022 / By Administrator
PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)

Lihat >>

PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)

24 Mei 2022 / By Administrator
PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA

Lihat >>

PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA

12 April 2022 / By Administrator
WORLD TB DAY  24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives

Lihat >>

WORLD TB DAY 24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives

23 Maret 2022 / By Administrator
KONDISI PASKA COVID

Lihat >>

KONDISI PASKA COVID

24 Februari 2022 / By Administrator
VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2

Lihat >>

VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2

06 Januari 2022 / By Administrator
DISBARISME

Lihat >>

DISBARISME

03 Desember 2021 / By Administrator
HIPOKSIA

Lihat >>

HIPOKSIA

08 November 2021 / By Administrator
JENIS VAKSIN

Lihat >>

JENIS VAKSIN

12 Oktober 2021 / By Administrator
PRINSIP DASAR VAKSIN

Lihat >>

PRINSIP DASAR VAKSIN

14 September 2021 / By Administrator
KESEHATAN PENERBANGAN

Lihat >>

KESEHATAN PENERBANGAN

11 Agustus 2021 / By Administrator
PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19

Lihat >>

PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19

20 Juli 2021 / By Administrator
DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE

Lihat >>

DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE

23 Juni 2021 / By Administrator
PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR

Lihat >>

PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR

28 Mei 2021 / By Administrator
VARIAN VIRUS SARS CoV-2

Lihat >>

VARIAN VIRUS SARS CoV-2

14 April 2021 / By Administrator
VIRUS NIPAH (Niv)

Lihat >>

VIRUS NIPAH (Niv)

02 Maret 2021 / By Administrator
SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19

Lihat >>

SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19

22 Februari 2021 / By Administrator
TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2

Lihat >>

TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2

19 Januari 2021 / By Administrator
BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?

Lihat >>

BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?

08 Desember 2020 / By Administrator
STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK

Lihat >>

STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK

03 November 2020 / By Administrator
IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC

Lihat >>

IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC

01 September 2020 / By Administrator
Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan

Lihat >>

Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan

28 Agustus 2020 / By Administrator
DETEKSI BAKTERI RESISTEN

Lihat >>

DETEKSI BAKTERI RESISTEN

24 Juni 2020 / By Administrator
Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020

Lihat >>

Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020

04 Juni 2020 / By Administrator
HERD IMMUNITY

Lihat >>

HERD IMMUNITY

27 Mei 2020 / By Administrator
MENINGITIS BAKTERI

Lihat >>

MENINGITIS BAKTERI

30 April 2020 / By Administrator
HARI TBC SEDUNIA

Lihat >>

HARI TBC SEDUNIA

25 Maret 2020 / By Administrator
PANDEMI COVID-19

Lihat >>

PANDEMI COVID-19

17 Maret 2020 / By Administrator
Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)

Lihat >>

Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)

03 Februari 2020 / By Administrator
Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella

Lihat >>

Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella

09 Desember 2019 / By Administrator
Indonesia Masuki Periode Aging Population

Lihat >>

Indonesia Masuki Periode Aging Population

04 Juli 2019 / By Administrator
PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK

Lihat >>

PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK

10 Juni 2019 / By Administrator
Hoax Imunisasi Masih Beredar

Lihat >>

Hoax Imunisasi Masih Beredar

01 Mei 2019 / By Administrator
WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !

Lihat >>

WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !

23 April 2019 / By Administrator
Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk

Lihat >>

Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk

15 Maret 2019 / By Administrator
Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa

Lihat >>

Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa

27 Februari 2019 / By Administrator
Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''

Lihat >>

Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''

06 September 2018 / By Administrator
Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari

Lihat >>

Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari

07 Agustus 2018 / By Administrator
Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana

Lihat >>

Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana

03 Juli 2018 / By Administrator
Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku

Lihat >>

Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku

29 April 2018 / By Administrator
Pemberitahuan PNPME 2018

Lihat >>

Pemberitahuan PNPME 2018

28 Maret 2018 / By Administrator
Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA

Lihat >>

Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA

01 Maret 2018 / By Administrator