PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR
28 Mei 2021 / By Administrator,
PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR
UNTUK PEMERIKSAAN LABORATORIUM MIKROBIOLOGI
dr. Titiek Sulistyowati, M. Ked. Klin, Sp. MK
Produksi dahak
Produksi lendir di saluran pernapasan adalah proses yang normal. Lendir ini disekresikan dari sel goblet yang ditemukan pada epitel permukaan yang melapisi saluran udara pernapasan dan kelenjar seromukosa di lapisan jaringan ikat di bawah epitel mukosa. Fungsi utama mukus antara lain :
1.Melembabkan udara yang melewati saluran pernapasan;
2.Menjebak partikel debu, bakteri dan kotoran lain yang terhirup;
3.Menghancurkan bakteri.
Produksi dahak atau lendir berlebih adalah keadaan tidak normal dan selalu ada penyebab patologis yang mendasari. Penyebab tersebut antara lain :
1.Efek merokok
2.Infeksi (virus, bakteri, jamur)
3.Penyakit paru kronis, seperti PPOK dan asma
4.Cystic fibrosis
Sekresi di saluran udara bagian bawah menghasilkan lingkungan ideal untuk pertumbuhan bakteri dan adanya infeksi dapat meniengkatkan dan mengubah sifat lendir sehingga menyebabkan pengeluaran dahak dan batuk.
Prinsip pengumpulan spesimen dahak
Tujuan pengumpulan dahak adalah untuk mengdentifikasi bakteri, virus atau jamur penyebab infeksi yang dicurigai dan uji kepekaan terhadap antibiotik. Spesimen diindikasikan jika memiliki tanda klinis infeksi antara lain batuk produktif dan dahak purulen atau tanda infeksi sistemik, maupun demam yang tidak diketahui penyebabnya. Spesimen dahak yang diperoleh harus dilakukan evaluasi apakah dahak tersebut baik atau tidak dengan melihat warna dan konsistensi. Konsistensi dahak antara lain lendir; purulen (mengandung nanah), mukopurulen (mengandung nanah dan lendir); berbuih atau berbusa; viskus (kental dan lengket); dahak berdarah. Kaitan penyakit dengan konsistensi lendir antara lain :
1.Dahak warna kuning, oranye atau hijau umumnya dikaitkan dnegan infeksi virus atau bakteri.
2.Dahak merah atau berdarah menunjukkan infeksi Tuberkulosis atau kanker, atau infeksi terutama pada brochiektasis dan jamur (aspergilloma pada pasien imunokompromis).
3.Dahak putih berbusa dalam jumlah banyak mungkin merupakan tanda edema paru.
Saat pasien mengumpulkan dahak, maka dahak harus berasal dari batuk dalam paru dan bukan air liur dari mulut. Air liur atau ludah berwarna putih dan berbusa. Idealnya spesimen harus diperoleh di pagi hari sebagai kumpulan sekresi di paru semalaman, dimana kemungkinan bakteri dapat bereplikasi. Hal ini sangat penting terutama jika pemeriksaan yang diminta adalah tuberculosis.
Cara mengumpulkan spesimen dahak yang benar
1.Pengumpulan dahak dilakukan di area yang telah disiapkan oleh fasilitas kesehatan atau laboratorium sesuai standar atau di rumah.
2.Kumur atau bersihkan mulut dengan air bersih untuk menghilangkan kotoran atau sisa makanan sehingga dapat meminimalkan kontaminasi flora normal mulut. Obat kumur tidak diperkenankan karena bisa membunuh bakteri yang dicari.
3.Tarik napas dalam sebanyak 2-3x dan hembuskan dengan kuat untuk mengeluarkan dahak dari paru.
4.Tampung dahak dengan mendekatkan pot atau wadah yang steril ke mulut dan batukkan dengan keras.
5.Tutup pot atau wadah yang berisi dahak dengan rapat.
6.Bersihkan mulut dengan tisu dan cuci tangan.
7.Segera serahkan dahak kepada petugas kesehatan atau petugas laboratorium.
8.Jika ada kesulitan untuk mengeluarkan dahak, maka bisa dilakukan aktivitas seperti minum air hangat atau minum teh manis hangat; berlari-lari kecil; atau minum obat pengencer dahak sesuai anjuran dokter.
Pengumpulan spesimen merupakan langkah pertama dalam menentukan diagnosis dan pengobatan. Spesimen harus dikumpulkan pada waktu yang tepat, menggunakan teknik dan peralatan yang benar dan dikirim ke laboratorium tepat waktu.
Sumber :
1.Specimen collection 4: procedure for obtaining a sputum specimen | Nursing Times
2.KNCV Indonesia - Cara Mengeluarkan Dahak Yang Benar
Artikel Terbaru
Lihat >>
Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk
Lihat >>
Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB
Lihat >>
Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan
Lihat >>
Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak
Lihat >>
Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia
Lihat >>
Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis : Dampaknya terhadap Kesehatan Usus
Lihat >>
PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026
Lihat >>
Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan
Lihat >>
Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu
Lihat >>
SI NIMBUS YANG MERESAHKAN
Lihat >>
Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan
Lihat >>
Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia
Lihat >>
Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)
Lihat >>
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
Lihat >>
AWaRe
Lihat >>
Budaya Kerja Kemenkes
Lihat >>
Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah
Lihat >>
Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas
Lihat >>
Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet
Lihat >>
Yang Harus Diketahui Tentang Antraks
Lihat >>
Listeriosis (Foodborne Disease)
Lihat >>
DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS
Lihat >>
Kanker serviks dikarenakan virus HPV
Lihat >>
Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)
Lihat >>
Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)
Lihat >>
Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae
Lihat >>
SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN
Lihat >>
Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan
Lihat >>
DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA
Lihat >>
LEGIONELLOSIS
Lihat >>
BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)
Lihat >>
DEKONTAMINASI
Lihat >>
PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK
Lihat >>
PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)
Lihat >>
PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA
Lihat >>
WORLD TB DAY 24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives
Lihat >>
KONDISI PASKA COVID
Lihat >>
VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2
Lihat >>
DISBARISME
Lihat >>
HIPOKSIA
Lihat >>
JENIS VAKSIN
Lihat >>
PRINSIP DASAR VAKSIN
Lihat >>
KESEHATAN PENERBANGAN
Lihat >>
PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19
Lihat >>
DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE
Lihat >>
PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR
Lihat >>
VARIAN VIRUS SARS CoV-2
Lihat >>
VIRUS NIPAH (Niv)
Lihat >>
SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19
Lihat >>
TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2
Lihat >>
BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?
Lihat >>
STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK
Lihat >>
IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC
Lihat >>
Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan
Lihat >>
DETEKSI BAKTERI RESISTEN
Lihat >>
Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020
Lihat >>
HERD IMMUNITY
Lihat >>
MENINGITIS BAKTERI
Lihat >>
HARI TBC SEDUNIA
Lihat >>
PANDEMI COVID-19
Lihat >>
Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)
Lihat >>
Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella
Lihat >>
Indonesia Masuki Periode Aging Population
Lihat >>
PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK
Lihat >>
Hoax Imunisasi Masih Beredar
Lihat >>
WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !
Lihat >>
Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk
Lihat >>
Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa
Lihat >>
Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''
Lihat >>
Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari
Lihat >>
Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana
Lihat >>
Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku
Lihat >>
Pemberitahuan PNPME 2018
Lihat >>
Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA
@bblabkesmas.surabaya
BBLKMSurabaya
BBLKMSurabaya