BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)
03 Agustus 2022 / By Administrator,
Peringatan hari ASI sedunia : 1 Agustus
Oleh : dr. Titiek Sulistyowati., M. Ked. Klin., Sp. MK
ASI adalah makanan alami untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang sedang tumbuh dan berkembang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan pertama kehidupan seorang anak dan dilanjutkan sampai dengan usia 2 (dua) tahun ditambah dengan makanan tambahan secara bertahap. Tahun 2013–2018, sekitar 41% anak di bawah usia 6 (enam) bulan yang disusui secara eksklusif di seluruh dunia. Menyusui bisa meningkatkan kesehatan bayi dan kekebalan tubuh. Pemberian ASI pada bayi juga menurunkan insiden penyakit gastrointestinal dan tingkat kematian dibandingkan pemberian susu formula. Selain memberikan nutrisi dasar untuk bayi yang sedang tumbuh, ASI merupakan sumber bakteri komensal yang dapat meningkatkan kesehatan bayi dengan mencegah adhesi atau perlekatan mikroba patogen dan mendorong kolonisasi mikroba menguntungkan di usus.
ASI mengalami perubahan komposisi muali dari kolostrum, susu transisi sampai dengan susu matur selama proses laktasi. Kolostrum, cairan pertama yang diproduksi oleh ibu setelah melahirkan dalam jumlah sedikit selama 2-4 hari pertama. Kolostrum kaya protein dan mineral whey, tetapi kadar laktosa, lemak dan vitamin tertentu lebih rendah. Kadar klorida, natrium, dan magnesium lebih tinggi, tetapi kadar kalsium dan kalium lebih rendah. ASI transisi merupakan periode peningkatan produksi ASI yang terjadi dari 5 hari - 2 minggu paska persalinan dan mirip dengan karakteristik kolostrum. 2 minggu paska persalinan, ASI dianggap sebagai susu matur sepenuhnya. Susu matur dilaporkan mengandung 3–5% lemak, 6,9–7,2% karbohidrat yang dihitung sebagai laktosa, 0,8–0,9% protein, dan 0,2% unsur mineral. Protein paling melimpah dalam ASI adalah kasein, laktoferin, α-laktalbumin, lisozim, IgA imunoglobulin sekretorik, dan albumin serum. Konsentrasi protein tinggi tampak jelas pada kolostrum dan susu selama beberapa minggu pertama, tetapi setelah itu terjadi penurunan yang stabil. Kandungan lemak dalam susu bervariasi selama menyusui, dengan konsentrasi lemak lebih tinggi pada hindmilk (sesi akhir menyusui) daripada foremilk (sesi awal menyusui).
ASI merupakan sumber sangat penting dari bahan biologis termasuk mikrobiota probiotik. Kolonisasi organisme dimulai pada kehidupan prenatal. Banyak spesies bakteri telah diidentifikasi dalam feses neonatal, plasenta, dan cairan ketuban. Komposisi mikrobiota janin dapat dipengaruhi oleh faktor ibu antara lain kondisi ibu, kebiasaan makan, dan berat badan. Stres prenatal juga terbukti mempengaruhi diferensiasi mikrobioma anak. Saluran cerna anak yang sedang tumbuh dikolonisasi oleh mikroorganisme yang sangat bergantung pada jenis persalinan. Kolonisasi tubuh anak berlanjut selama perjalanan mereka melalui saluran vagina ibu, kontak kulit ke kulit, dan menyusui. Selain itu, beberapa strain bakteri berasal dari lingkungan rumah sakit. Proses melahirkan dengan operasi Caesar mengakibatkan kolonisasi mikroorganisme rumah sakit. ASI merupakan salah satu faktor utama yang membentuk keseimbangan mikrobiologi saluran pencernaan bayi baru lahir. Hal ini disebabkan tingginya kandungan bakteri probiotik. Susu manusia mengandung spektrum bakteri yang luas seperti Staphylococci, Streptococci, Corynebacteria, bakteri asam laktat, Propionibacteria, dan Bifidobacteria. Di antara populasi ini, bakteri probiotik berjumlah 101-107 unit pembentuk koloni per mL.
Komposisi mikrobiota usus yang benar akan mempengaruhi fungsi seluruh tubuh dan mencegah perkembangan berbagai penyakit. Manfaat homeostasis mikroba bersifat jangka pendek dan jangka panjang. Asupan mikroorganisme probiotik yang memadai dengan makanan akan mendukung pembentukan profil mikrobiologis yang tepat dan memberikan manfaat maksimal dari homeostasis mikrobiologis di saluran pencernaan. Mikroorganisme probiotik mempengaruhi pematangan dan perkembangan sistem kekebalan tubuh, mempengaruhi integritas mukosa saluran cerna dan produksi antibodi. Mikrobiota probiotik juga penting untuk mencegah infeksi saluran cerna dengan cara menghilangkan atau mengurangi jumlah mikroflora patogen. Mekanisme yang mendorong efek ini antara lain sifat antimikroba (bakteriolisin, hydrogen peroksida, dll), perubahan kondisi usus, dan bersaing dengan patogen untuk perlekatan pada epitel usus dan nutrisi. Stimulasi produksi lendir usus dan mobilisasi sistem kekebalan memberikan perlindungan tambahan terhadap kolonisasi usus oleh patogen. Mikroflora probiotik juga mengurangi risiko diabetes, obesitas, hipertensi, dan hiperkolesterolemia. Keseimbangan mikrobiologi saluran cerna bayi mengurangi risiko necrotizing enterocolitis (NEC). NEC adalah penyakit yang seringkali membutuhkan perawatan bedah. Penyebab penyakit ini adalah ketidakmatangan saluran cerna, gangguan suplai darah, nutrisi buatan dan gangguan komposisi mikroflora usus. Mikroflora usus juga berfungsi mengurangi risiko penyakit seperti tonsilitis streptokokus berulang pada anak-anak, otitis media, kolitis ulserativa, infeksi saluran kemih dan gastrointestinal, infeksi saluran pernapasan, dan diare. Menjaga keseimbangan mikroba juga penting untuk fungsi saluran cerna. Peranan mikroorganisme komensal meliputi kemampuan mengurai toksin dan karsinogen, sintesis zat sisa, fermentasi bahan makanan yang tidak tercerna, dan ikut serta dalam proses penyerapan elektrolit dan garam mineral.
ASI merupakan cara pemberian makan yang optimal untuk bayi baru lahir karena kemampuannya menghasilkan nutrisi lengkap dan kapasitas untuk memberikan faktor kesehatan kepada bayi. ASI mengandung sejumlah bakteri yang memberikan banyak manfaat Kesehatan dan berkontribusi pada kesehatan dan perkembangan bayi.
REFERENSI :
1. Kim, Su & Yi, Dae. (2020). Components of human breast milk: from macronutrient to microbiome and microRNA. Clinical and Experimental Pediatrics. 63. 10.3345/cep.2020.00059.
2. Lyons, K.E.; Ryan, C.A.; Dempsey, E.M.; Ross, R.P.; Stanton, C. Breast Milk, a Source of Beneficial Microbes and Associated Benefits for Infant Health. Nutrients 2020, 12, 1039. https://doi.org/10.3390/nu12041039
3. Notarbartolo V, Giuffrè M, Montante C, Corsello G, Carta M. Composition of Human Breast Milk Microbiota and Its Role in Children's Health. Pediatr Gastroenterol Hepatol Nutr. 2022 May;25(3):194-210. doi: 10.5223/pghn.2022.25.3.194. Epub 2022 May 9. PMID: 35611376; PMCID: PMC9110848.
Artikel Terbaru
Lihat >>
Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk
Lihat >>
Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB
Lihat >>
Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan
Lihat >>
Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak
Lihat >>
Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia
Lihat >>
Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis : Dampaknya terhadap Kesehatan Usus
Lihat >>
PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026
Lihat >>
Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan
Lihat >>
Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu
Lihat >>
SI NIMBUS YANG MERESAHKAN
Lihat >>
Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan
Lihat >>
Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia
Lihat >>
Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)
Lihat >>
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
Lihat >>
AWaRe
Lihat >>
Budaya Kerja Kemenkes
Lihat >>
Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah
Lihat >>
Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas
Lihat >>
Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet
Lihat >>
Yang Harus Diketahui Tentang Antraks
Lihat >>
Listeriosis (Foodborne Disease)
Lihat >>
DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS
Lihat >>
Kanker serviks dikarenakan virus HPV
Lihat >>
Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)
Lihat >>
Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)
Lihat >>
Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae
Lihat >>
SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN
Lihat >>
Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan
Lihat >>
DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA
Lihat >>
LEGIONELLOSIS
Lihat >>
BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)
Lihat >>
DEKONTAMINASI
Lihat >>
PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK
Lihat >>
PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)
Lihat >>
PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA
Lihat >>
WORLD TB DAY 24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives
Lihat >>
KONDISI PASKA COVID
Lihat >>
VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2
Lihat >>
DISBARISME
Lihat >>
HIPOKSIA
Lihat >>
JENIS VAKSIN
Lihat >>
PRINSIP DASAR VAKSIN
Lihat >>
KESEHATAN PENERBANGAN
Lihat >>
PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19
Lihat >>
DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE
Lihat >>
PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR
Lihat >>
VARIAN VIRUS SARS CoV-2
Lihat >>
VIRUS NIPAH (Niv)
Lihat >>
SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19
Lihat >>
TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2
Lihat >>
BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?
Lihat >>
STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK
Lihat >>
IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC
Lihat >>
Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan
Lihat >>
DETEKSI BAKTERI RESISTEN
Lihat >>
Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020
Lihat >>
HERD IMMUNITY
Lihat >>
MENINGITIS BAKTERI
Lihat >>
HARI TBC SEDUNIA
Lihat >>
PANDEMI COVID-19
Lihat >>
Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)
Lihat >>
Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella
Lihat >>
Indonesia Masuki Periode Aging Population
Lihat >>
PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK
Lihat >>
Hoax Imunisasi Masih Beredar
Lihat >>
WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !
Lihat >>
Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk
Lihat >>
Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa
Lihat >>
Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''
Lihat >>
Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari
Lihat >>
Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana
Lihat >>
Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku
Lihat >>
Pemberitahuan PNPME 2018
Lihat >>
Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA
@bblabkesmas.surabaya
BBLKMSurabaya
BBLKMSurabaya