MENINGITIS BAKTERI
30 April 2020 / By Administrator,
MENINGITIS BAKTERI
What should we know?
dr. Titiek Sulistyowati, M. Ked. Klin, Sp. MK
Meningitis bakterial adalah radang selaput otak atau meningen yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini sangat serius dan dapat menyebabkan kematian. Kematian dapat terjadi dalam waktu singkat. Ada juga pasien yang bisa sembuh dari meningitis, termasuk dengan atau tanpa kecacatan permanen (mis. kerusakan otak, tuli, dll). Estimasi meningitis bakterial adalah lebih dari 1,2 juta kasus setiap tahun di seluruh dunia.
Beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan meningitis berdasarkan usia, antara lain :
- Bayi baru lahir : Streptococcus Group B , S. pneumoniae, L. monocytogenes, E. coli
- Bayi dan anak : S. pneumoniae, N. meningitidis, H. influenzae type b (Hib), Streptococcus group B.
- Remaja dan dewasa muda : N. meningitidis, S. pneumoniae
- Dewasa lebih tua : S. pneumoniae, N. meningitidis, Hib, Streptococcus group B , L. monocytogenes
Faktor resiko yang bisa menyebabkan meningitis bakterial antara lain :
- Usia : bayi lebih beresiko dibandingkan kelompok usia lain.
- Penyebaran kelompok : ada bakteri yang menular dan menyebabkan penularan ke orang sekitar, mis. wabah penyakit meningokokus oleh bakteri Neisseria meningitidis.
- Kondisi medis tertentu : orang yang menjalani pengobatan kemoterapi, prosedur bedah, dll.
- Petugas yang bekerja dengan bakteri : ahli mikrobiologi, analis kesehatan, dll.
- Perjalanan
Penularan dapat melalui beberapa cara tergantung dari bakteri, antara lain :
- Streptococcus Group B dan E. coli: Ibu dapat menularkan bakteri ini kepada bayi mereka selama proses kelahiran.
- Hib dan S. pneumoniae: Orang menyebarkan bakteri ini dengan batuk atau bersin saat kontak dekat dengan orang lain, yang menghirup bakteri.
- N. meningitidis: Orang menyebarkan bakteri ini melalui sekresi pernapasan atau tenggorokan (air liur atau ludah). Ini biasanya terjadi selama kontak dekat (batuk atau berciuman) atau kontak lama (hidup bersama).
- E. coli dan L. monocytogenes: memakan makanan yang disiapkan oleh orang yang tidak mencuci tangan dengan baik setelah menggunakan toilet.
Cara diagnosis meningitis bakterial
3 (tiga) gejala utama adalah demam, nyeri kepala, dan kekakuan leher. Gejala lain yang menyertai adalah mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, dan gangguan atau perubahan kesadaran. Gejala dapat timbul cepat atau lebih dari beberapa hari. Infeksi akan berjalan dalam waktu 3-7 hari setelah terpapar. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan, dokter menyarankan tes khusus untuk lebih membantu dalam menentukan diagnosis. Tes yang digunakan dalam evaluasi individu yang diduga menderita meningitis termasuk evaluasi darah lengkap untuk tanda infeksi dan kemungkinan adanya bakteri, pemindaian otak (seperti CT scan atau MRI scan), dan analisis cairan serebrospinal.
Tusukan lumbal (Lumbal Punctie/LP) adalah metode paling umum untuk mendapatkan sampel cairan di saluran tulang belakang (cairan serebrospinal atau CSF) untuk pemeriksaan. LP adalah penyisipan jarum ke dalam cairan di dalam kanal tulang belakang. Ini disebut "tusukan lumbal" karena jarum masuk ke bagian lumbar punggung (bagian bawah punggung). Jarum melewati antara bagian tulang yang kurus sampai mencapai cairan tulang belakang otak. Sejumlah kecil cairan kemudian dikumpulkan dan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Evaluasi cairan tulang belakang biasanya diperlukan untuk diagnosis definitive atau diagnosis pasti dan untuk membantu membuat keputusan pengobatan yang optimal (seperti pilihan antibiotik yang tepat dalam kasus meningitis bakteri).
Diagnosis dikonfirmasi oleh hasil cairan tulang belakang yang abnormal dan, dalam kasus infeksi, dengan mengidentifikasi organisme penyebab infeksi. Pada pasien dengan meningitis, cairan CSF seringkali memiliki kadar glukosa (gula) yang rendah dan peningkatan jumlah sel darah putih. Selain itu, cairan tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi beberapa penyebab virus meningitis (PCR atau reaksi berantai polimerase) atau digunakan untuk membiakan atau kultur organisme bakteri yang menyebabkan meningitis.
Meningitis bakterial dapat diobati dengan pemberian antibiotik yang sesuai dengan jenis bakteri. Pengobatan lain bersifat suportif untuk memperbaiki kondisi umum pasien. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin antara lain vaksin meningococcal untuk melawan N. meningitidis, vaksin Pneumococcal melindungi dari S. pneumoniae, dan vaksin Hib untuk melindungi dari Haemophillus influenzae tipe B.
Hari Meningitis Dunia : 24 April
Referensi :
-
- https://www.cdc.gov/meningitis/bacterial.html
- https://www.medicinenet.com/meningitis/article.htm#meningitis_facts
- https://www.healthline.com/health/meningitis
Artikel Terbaru
Lihat >>
Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk
Lihat >>
Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB
Lihat >>
Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan
Lihat >>
Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak
Lihat >>
Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia
Lihat >>
Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis : Dampaknya terhadap Kesehatan Usus
Lihat >>
PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026
Lihat >>
Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan
Lihat >>
Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu
Lihat >>
SI NIMBUS YANG MERESAHKAN
Lihat >>
Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan
Lihat >>
Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia
Lihat >>
Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)
Lihat >>
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
Lihat >>
AWaRe
Lihat >>
Budaya Kerja Kemenkes
Lihat >>
Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah
Lihat >>
Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas
Lihat >>
Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet
Lihat >>
Yang Harus Diketahui Tentang Antraks
Lihat >>
Listeriosis (Foodborne Disease)
Lihat >>
DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS
Lihat >>
Kanker serviks dikarenakan virus HPV
Lihat >>
Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)
Lihat >>
Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)
Lihat >>
Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae
Lihat >>
SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN
Lihat >>
Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan
Lihat >>
DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA
Lihat >>
LEGIONELLOSIS
Lihat >>
BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)
Lihat >>
DEKONTAMINASI
Lihat >>
PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK
Lihat >>
PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)
Lihat >>
PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA
Lihat >>
WORLD TB DAY 24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives
Lihat >>
KONDISI PASKA COVID
Lihat >>
VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2
Lihat >>
DISBARISME
Lihat >>
HIPOKSIA
Lihat >>
JENIS VAKSIN
Lihat >>
PRINSIP DASAR VAKSIN
Lihat >>
KESEHATAN PENERBANGAN
Lihat >>
PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19
Lihat >>
DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE
Lihat >>
PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR
Lihat >>
VARIAN VIRUS SARS CoV-2
Lihat >>
VIRUS NIPAH (Niv)
Lihat >>
SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19
Lihat >>
TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2
Lihat >>
BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?
Lihat >>
STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK
Lihat >>
IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC
Lihat >>
Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan
Lihat >>
DETEKSI BAKTERI RESISTEN
Lihat >>
Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020
Lihat >>
HERD IMMUNITY
Lihat >>
MENINGITIS BAKTERI
Lihat >>
HARI TBC SEDUNIA
Lihat >>
PANDEMI COVID-19
Lihat >>
Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)
Lihat >>
Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella
Lihat >>
Indonesia Masuki Periode Aging Population
Lihat >>
PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK
Lihat >>
Hoax Imunisasi Masih Beredar
Lihat >>
WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !
Lihat >>
Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk
Lihat >>
Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa
Lihat >>
Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''
Lihat >>
Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari
Lihat >>
Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana
Lihat >>
Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku
Lihat >>
Pemberitahuan PNPME 2018
Lihat >>
Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA
@bblabkesmas.surabaya
BBLKMSurabaya
BBLKMSurabaya