Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)
27 Maret 2023 / By Administrator,
Periode Januari 2023 s.d 16 Maret 2023 di Wilayah Pasifik Barat
(update WHO)
27 Maret 2023
Oleh dr. Titiek Sulistyowati., M. Ked. Klin., Sp. MK
Infeksi manusia oleh virus flu burung A (H5N1)
Tanggal 10-16 Maret 2023, 1 kasus baru infeksi manusia dilaporkan ke WHO. Seorang petani wanita berusia 53 tahun dari provinsi Anhui mengalami gejala pada 31 Januari 2023. 4 Februari 2023, pasien dirawat di rumah sakit Jiangsu karena pneumonia berat. Pasien terpapar unggas peliharaan di halaman belakang. Sampel lingkungan unggas yang sakit dikumpulkan dan dinyatakan positif H5N1. Belum ada kasus lebih lanjut yang terdeteksi di antara kontak rumah tangga dekat.
Sejak Januari 2003 s.d 16 Maret 2023, total kasus adalah 240 infeksi manusia dari 4 (empat) negara di Wilayah Pasifik Barat (Tabel 1). Ada 135 kasus yang fatal, dengan Case Fatality Rate (CFR) sebesar 56%. Kasus terakhir dilaporkan dari China, tanggal 22 September 2022 dan meninggal tanggal 18 Oktober 2022. Secara global, Januari 2003 s.d 26 Januari 2023, ada 868 kasus infeksi virus avian influenza A(H5N1) pada manusia yang dilaporkan dari 21 negara. Dari 868 kasus ini, 457 fatal (CFR 53%).
Infeksi manusia dengan virus flu burung A (H5N6)
Tanggal 10-16 Maret 2023, tidak ada kasus baru infeksi manusia yang dilaporkan ke WHO. Hingga saat ini, total 84 kasus infeksi manusia terkonfirmasi laboratorium sebagai virus influenza A (H5N6), termasuk 33 kematian sejak 2014. Kasus terakhir dari Tiongkok, tanggal 17 Desember 2022. Kasus tersebut dirawat di rumah sakit pada 21 Desember 2022 dengan gejala pneumonia berat dan bisa sembuh.
Infeksi manusia dengan virus flu burung A(H5)
Tanggal 10 - 16 Maret 2023, tidak ada kasus baru infeksi manusia yang dilaporkan ke WHO. Kasus terakhir dilaporkan dari Viet Nam, tanggal 22 Oktober 2022 (satu kasus, tidak ada kematian). Ini adalah kasus pertama flu burung A(H5) yang dilaporkan dari Vietnam sejak 2014; Subtipe NA tidak dapat ditentukan.
Penilaian risiko kesehatan masyarakat untuk infeksi manusia dengan virus avian influenza A(H5)
Setiap kali virus flu burung bersirkulasi pada unggas, ada risiko infeksi sporadis dan sekelompok kecil kasus pada manusia akibat paparan unggas yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi. Oleh karena itu, kasus manusia sporadis tidak terduga. Peningkatan jumlah kasus infeksi A(H5N6) pada manusia yang dilaporkan mungkin mencerminkan keberlanjutan peredaran virus pada unggas, dan peningkatan sistem pengawasan dan kapasitas diagnostik sebagai hasil langsung dari respon terhadap pandemi COVID-19. Ancaman zoonosis tetap tinggi karena penyebaran virus di antara burung. Namun, keseluruhan risiko pandemi yang terkait dengan A(H5) dianggap tidak berubah secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. WHO merekomendasikan agar Negara Anggota tetap waspada dan mempertimbangkan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi paparan manusia terhadap burung yang berpotensi terinfeksi untuk mengurangi risiko infeksi zoonosis tambahan.
Infeksi manusia dengan virus flu burung A (H3N8)
Tanggal 10 - 16 Maret 2023, tidak ada kasus baru infeksi manusia yang dilaporkan ke WHO. Hingga saat ini, total 2 kasus infeksi manusia terkonfirmasi laboratorium sebagai virus influenza A (H3N8) tanpa kematian.
Infeksi manusia dengan virus flu burung A (H7N4) di Cina
Tanggal 10 - 16 Maret 2023, tidak ada kasus baru infeksi manusia. Sampai saat ini, hanya satu kasus manusia terkonfirmasi laboratorium sebagai infeksi virus influenza A(H7N4) dari Tiongkok pada 14 Februari 2018.
Infeksi manusia dengan virus flu burung A (H7N9) di Cina
Tanggal 10 - 16 Maret 2023, tidak ada kasus baru infeksi manusia. Hingga saat ini, total 1.568 manusia terkonfirmasi laboratorium sebagai infeksi virus avian influenza A(H7N9), termasuk 616 kasus fatal (CFR: 39%) sejak awal 2013. Kasus terakhir infeksi pada manusia adalah tahun 2019. Dari 1.568 infeksi manusia, 33 telah terjadi mutasi pada gen hemaglutinin yang menunjukkan perubahan patogenisitas tinggi pada unggas. 33 kasus ini berasal dari Taiwan, China (satu kasus memiliki riwayat perjalanan ke Guangdong), Guangxi, Guangdong, Hunan, Shaanxi, Hebei, Henan, Fujian, Yunnan, dan Mongolia Dalam. Tidak ada peningkatan penularan atau virulensi virus dalam kasus manusia. WHO terus menilai situasi epidemiologis dan akan melakukan penilaian risiko lebih lanjut saat informasi baru tersedia. Jumlah dan sebaran geografis infeksi pada manusia pada gelombang epidemi kelima (1 Oktober 2016 s.d 30 September 2017) lebih besar dari gelombang sebelumnya dan berikutnya.
Kasus sporadis infeksi virus flu burung A(H7N9) pada manusia diperkirakan terjadi di daerah yang terkena dampak dan mungkin di sekitarnya. Jika kasus berdampak melakukan perjalanan internasional, infeksi dapat terdeteksi di negara lain selama atau setelah kedatangan. Jika ini terjadi, maka penyebaran komunitas dianggap tidak mungkin karena virus tidak memiliki kemampuan untuk menular dengan mudah di antara manusia. Hingga saat ini, tidak ada bukti penularan virus H7N9 dari manusia ke manusia secara berkelanjutan. Infeksi manusia tidak biasa dan perlu dipantau secara ketat untuk mengidentifikasi perubahan virus dan perilaku penularan ke manusia, karena hal ini dapat menimbulkan dampak kesehatan masyarakat yang serius.
Infeksi manusia dengan virus flu burung A(H9N2)
Tanggal 10 - 16 Maret 2023, tidak ada kasus baru infeksi manusia. Hingga saat ini, total 84 kasus infeksi manusia, termasuk dua kematian (ada kondisi yang mendasarinya) sejak Desember 2015. Dari jumlah tersebut, 82 dari China dan 2 dari Kamboja. Kasus terakhir dilaporkan dari China, dengan tanggal onset 15 November 2022 dan sembuh.
Infeksi manusia dengan virus flu burung A(H10N3)
Tanggal 10 - 16 Maret 2023, tidak ada kasus baru infeksi manusia. Hingga saat ini, dua kasus virus H10N3 telah dilaporkan secara global. Kasus terakhir dilaporkan dari Zhejiang -China dengan tanggal mulai 11 Juni 2022 dan telah pulih.
Sebagian besar infeksi virus flu burung pada manusia yang dilaporkan sebelumnya disebabkan oleh paparan unggas yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi. Karena virus flu burung, termasuk virus flu burung A(H10N3), terus terdeteksi pada populasi unggas. Kasus manusia sporadis lebih lanjut dapat dideteksi di masa mendatang. Informasi epidemiologis yang tersedia saat ini menunjukkan bahwa virus H10N3 belum memiliki kemampuan untuk menularkan manusia ke manusia secara berkelanjutan, sehingga kemungkinan penyebaran antar manusia rendah.
Terjemahan dari : AI-20230217.pdf (who.int)
Artikel Terbaru
Lihat >>
Pernah Merasa Seperti Jatuh Saat Mau Tidur? Kenali Hypnic Jerk
Lihat >>
Risiko Penyakit Infeksi dan Sistem Surveilan untuk Penanganan Pasca Bencana Gempa Bumi: Penguatan Peran Labkesmas dalam Deteksi Dini dan Respon KLB
Lihat >>
Mengulas Bacillus cereus: Karakteristik Patogen, Risiko Toksin, dan Manajemen Pencegahan KLB Pangan
Lihat >>
Campak pada Dewasa: Bukan Sekadar Penyakit Anak
Lihat >>
Selamat Hari Tuberkulosis Sedunia
Lihat >>
Puasa sebagai Intervensi Mikrobiologis : Dampaknya terhadap Kesehatan Usus
Lihat >>
PENGUMUMAN: Pelaksanaan Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal (PNPME) Tahun 2026
Lihat >>
Menelusuri Jejak Mikroba pada Kasus Keracunan Pangan
Lihat >>
Sakit Sendi Setelah Demam? Ini yang Perlu Kamu Tahu
Lihat >>
SI NIMBUS YANG MERESAHKAN
Lihat >>
Hipertensi: Si Pembunuh Senyap yang Sering Diabaikan
Lihat >>
Prinsip Pemenuhan Nutrisi untuk Pasien Tuberkulosis Dalam Rangka Hari TB Dunia
Lihat >>
Bekerja aman di Biosafety Cabinet (BSC)
Lihat >>
Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG)
Lihat >>
AWaRe
Lihat >>
Budaya Kerja Kemenkes
Lihat >>
Nyamuk Aedes pembawa Wolbachia untuk mencegah infeksi demam berdarah
Lihat >>
Kondisi medis, gejala, dan penatalaksanaan yang berhubungan dengan panas
Lihat >>
Menjawab Pertanyaan seputar Penularan Cacar Monyet
Lihat >>
Yang Harus Diketahui Tentang Antraks
Lihat >>
Listeriosis (Foodborne Disease)
Lihat >>
DETEKSI DNA HPV UNTUK SKRINING KANKER SERVIKS
Lihat >>
Kanker serviks dikarenakan virus HPV
Lihat >>
Infeksi manusia oleh virus flu burung A(H5)
Lihat >>
Deteksi Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB)
Lihat >>
Patogenesis dan diagnosis Mycobacterium leprae
Lihat >>
SEPUTAR HIV DAN PENCEGAHAN HIV: PROFILAKSIS PASKA PAJANAN
Lihat >>
Resistensi Antimikroba Terkait Perjalanan
Lihat >>
DETEKSI LABORATORIUM Legionella pneumophilla DARI SPESIMEN MANUSIA
Lihat >>
LEGIONELLOSIS
Lihat >>
BAKTERI DALAM AIR SUSU IBU (ASI)
Lihat >>
DEKONTAMINASI
Lihat >>
PENYAKIT MULUT DAN KUKU PADA HEWAN TERNAK
Lihat >>
PENYAKIT CACAR MONYET (MONKEY POX)
Lihat >>
PENYAKIT HEPATITIS PADA ANAK YANG TIDAK DIKETAHUI PENYEBABNYA
Lihat >>
WORLD TB DAY 24 Maret 2022 Invest to End TB. Save Lives
Lihat >>
KONDISI PASKA COVID
Lihat >>
VARIAN OMICRON, EPISODE BARU DARI SARS-CoV-2
Lihat >>
DISBARISME
Lihat >>
HIPOKSIA
Lihat >>
JENIS VAKSIN
Lihat >>
PRINSIP DASAR VAKSIN
Lihat >>
KESEHATAN PENERBANGAN
Lihat >>
PERHATIKAN: PEMAKAIAN MASKER YANG BISA MELINDUNGI DARI COVID-19
Lihat >>
DEMAM DENGUE & DEMAM BERDARAH DENGUE
Lihat >>
PENGUMPULAN SPESIMEN DAHAK YANG BENAR
Lihat >>
VARIAN VIRUS SARS CoV-2
Lihat >>
VIRUS NIPAH (Niv)
Lihat >>
SEPUTAR FAKTA TENTANG VAKSIN COVID-19
Lihat >>
TRANSMISI VIRUS SARS-CoV-2
Lihat >>
BENARKAH ADA KASUS REINFEKSI COVID-19 ?
Lihat >>
STOP PENYEBARAN “SUPERBUG” GUNAKAN ANTIBIOTIK DENGAN BIJAK
Lihat >>
IMPACT OF TB LABORATORY DIAGNOSIS IN COVID-19 PANDEMIC
Lihat >>
Pemeriksaan usap dubur (swab rektal) untuk penjamah makanan
Lihat >>
DETEKSI BAKTERI RESISTEN
Lihat >>
Penerimaan Karyawan Non PNS Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya Tahun 2020
Lihat >>
HERD IMMUNITY
Lihat >>
MENINGITIS BAKTERI
Lihat >>
HARI TBC SEDUNIA
Lihat >>
PANDEMI COVID-19
Lihat >>
Fakta terbaru : Pneumonia oleh Corona Virus (2019-nCoV)
Lihat >>
Bahaya Tersembunyi Salmonella Enterocolitis Keracunan makanan akibat bakteri Salmonella
Lihat >>
Indonesia Masuki Periode Aging Population
Lihat >>
PENANGANAN PERTAMA DEMAM ANAK
Lihat >>
Hoax Imunisasi Masih Beredar
Lihat >>
WASPADALAH, DIFTERI MASIH ADA !
Lihat >>
Waspada, Filariasis Ditularkan Melalui Semua Jenis Nyamuk
Lihat >>
Satu Gigitan Anjing Bisa Renggut Nyawa
Lihat >>
Hari Santri 2018: ''Menag Ajak Santri Tebarkan Kedamaian di Sosial Media''
Lihat >>
Susu Kental Manis Bukan untuk Dikonsumsi Setiap Hari
Lihat >>
Hari Keluarga Nasional XXV Tahun 2018: Cinta Keluarga, Cinta Terencana
Lihat >>
Kemenkes: Kecanduan Game Adalah Gangguan Perilaku
Lihat >>
Pemberitahuan PNPME 2018
Lihat >>
Pengumuman Penutupan Pendaftaran PME Kimia Klinik & Mikrobiologi BTA
@bblabkesmas.surabaya
BBLKMSurabaya
BBLKMSurabaya