Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya (BBLabkesmas)

Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya

031-5020306, 031-5021451 031-5020388 bblabkesmas.surabaya@kemkes.go.id Jl. Karangmenjangan 18, Surabaya 60286
Daftar Layanan Online LAYANAN ONLINE SIMULTAN SIMULTAN

OPTIMALISASI PENGENDALIAN :  LAKUKAN MONEV SURVEILANS SENTINEL JAPANESE ENCEPHALITIS DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

OPTIMALISASI PENGENDALIAN : LAKUKAN MONEV SURVEILANS SENTINEL JAPANESE ENCEPHALITIS DI PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

25 November 2024 / By Administrator,

Senin, 25 November 2024

Kupang – Japanese Encephalitis (JE), penyakit tular vektor yang bisa jadi tak sepopuler DBD, Chikungunya, ataupun Malaria. Namun, di Provinsi Bali dan NTT penyakit yang menyerang susunan saraf pusat ini mendapat perhatian lebih. Virus Japanese encephalitis (JEV) ditularkan melalui gigitan nyamuk terutama Culex tritaeniorhynchus, dimana babi, hewan besar lainnya, serta burung rawa-rawa sebagai ampliflaying host, inang yang mempercepat penggandaan virus. Salah satu upaya pengendalian JE dilakukan melalui Surveilans Sentinel JE. Surveilans Sentinel JE di Indonesia telah dilaksanakan semenjak 2014 di 11 provinsi. Salah satu lokus surveilans di wilayah layanan BBLABKESMAS Surabaya adalah RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang, Provinsi NTT.

Surveilans JE masih menemukan kendala. Salah satunya adalah minimnya jumlah sampel suspek JE yang dikumpulkan di lokus RS Sentinel JE, termasuk di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Jumlah sampel Acute Encephalitis Syndrome (AES) yang dikumpulkan di NTT pada 2024 sebanyak 4 sampel. Target sampel seharusnya >2/100.000 populasi dengan kriteria penduduk usia kurang dari16 tahun per lokasi sentinel per tahun.

Dalam upaya penguatan penemuan suspect Japanese Encephalitis (JE) di wilayah NTT, pada 18 – 20 November 2024 BBLABKESMAS Surabaya bekerja sama dengan Tim Kerja Arbovirosis Kementerian Kesehatan RI mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Surveilans Sentinel JE. Monev bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan pada penanggulangan JE di Provinsi NTT melalui optimalisasi jejaring surveilans JE di Provinsi NTT sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan RSUD Prof. Dr. W Z Johannes Kupang dalam pengendalian JE.

Kegiatan penguatan Surveilans JE diawali dengan koordinasi penguatan Surveilans JE di Dinas Kesehatan Prov NTT. Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan di RSUD Prof. Dr. W Z Johannes Kupang. Pertemuan ini dihadiri seluruh jajaran yang terlibat Surveilans JE. Kesepakatan yang dihasilkan diantaranya :
•    Memperluas cakupan suspect JE sesuai definisi operasional AES dengan inklusi gejala yang lebih luas pada instalasi poli anak dan oleh dokter spesialis anak pada tahun 2025
•    Menambah jumlah lokasi rumah sakit di kota Kupang, baik rumah sakit daerah maupun rs swasta.
•    Pengiriman sampel dilakukan minimal 3 bulan sekali. Sampel JE dikoordinasikan oleh Dinkes Provinsi NTT bekerja sama dengan Labkesda Provinsi NTT
•    Melakukan On the Job Training penyimpanan dan pengawasan kualitas pengiriman sampel JE, termasuk pengelolaan dan tata laksana sampel pada awal tahun 2025.

Kontributor     : Hari Gunawan
Editor         : Ratna Ayu

 

BBLABKESMAS SURABAYA, Laboratorium Tier 4, memberikan pelayanan pemeriksaan laboratorium kesehatan klinis, lingkungan, dan vektor, serta kalibrasi. Termasuk menjalankan fungsi Surveilans Berbasis Laboratorium, Penilaian dan Respon Cepat KLB, Analisis Masalah Kesehatan, Pemodelan Intervensi dan TTG, serta Penjaminan Mutu Laboratorium Nasional. BBLABKESMAS Surabaya tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi telepon 031-5020306 / 031-5021451 atau email humaslabkesmas.sby@gmail.com.