MEMASTIKAN KEBERLANJUTAN PROGRAM LAKUKAN ASISTENSI TEKNIS DAN EVALUASI SURVEILANS POLIO LINGKUNGAN DI KABUPATEN PAMEKASAN DAN SAMPANG
03 Desember 2024 / By Administrator,
Selasa, 03 Desember 2024
Pamekasan – Upaya eradikasi Polio di Indonesia masih perlu terus dikuatkan. Meski telah mengantongi sertifikat eradikasi pada tahun 2014 lalu, namun kasus kembali dilaporkan pada 2022 sampai akhir 2023. Untuk memastikan tidak ada lagi sirkulasi virus polio liar di wilayah-wilayah yang sudah dianggap tidak ada serta bukti sertifikasi status bebas polio, BBLABKESMAS Surabaya melakukan asistensi teknis dan evaluasi surveilans polio lingkungan di dua kabupaten di pulau Madura pada 21 – 23 November 2024.
Asistensi teknis dan evaluasi ini menjadi bagian dari surveilasn polio lingkungan bekerja sama dengan Balai Besar Laboratorium Biologi Jakarta dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sampang. Asistensi teknik dengan pendampingan untuk memetakan lokasi pengambilan sampel polio di dua kabupaten tersebut. Pemetaan ini untuk memastikan keberanjutan penyelenggaraan surveilans polio lingkungan pada tahun 2025 mendatang. Kabupaten Sampang dan Pamekasan dipilih sebagai lokasi perluasan karena adanya laporan kasus Acute Flaccid Paralysis (AFP) dengan konfirmasi keberadaan virus polio lingkungan di sekitar penderita. Tim melakukan pemetaan lokasi dan penentuan titik pengambilan sampel. Pemilihan titik berdasarkan kategori antara lain mewakili populasi risiko tinggi, terdapat saluran limbah atau IPAL maupun aliran sungai yang dekat pengawasan pemukiman dengan populaso 100 – 300 ribu penduduk.
Surveilans Polio Lingkungan menjadi salah satu upaya pengamatan terus menerus pada potensi kejadian polio dilihat dari spesimen lingkungan. Penyakit yang menyebabkan lumpuh layuh seumur hidup ini akibat dari infeksi virus polio yang sebenarnya dapat dicegah melalui immunisasi dan menjaga sanitasi lingkungan. Untuk memastikan tidak lagi ada virus polio liar (VPL) yang beredar maka perlu dilakukan surveilans polio lingkungan secara berkelanjutan.
Transmisi virus polio sangat terpengaruh pada tingkat kerentanan masyarakat, pasokan air dan sanitasi yang memadai, kontak erat penderita, dan faktor perilaku. Risiko ini berlaku dinamis dan tergantung epidemiologi virus, cakupan imunisasi, dan kinerja surveilans. Surveilans lingkungan berperan dalam mendeteksi masuknya kembali VPL ke wilayah yang sudah bebas polio dan membantu mendeteksi serta mengidentifikasi circulating vaccine-derived polio viruses (cVDPVs) ataupun vaccine derived polio viruses dari individu yang mengalami imunodefisiensi (iVDPVs). Pelaksanaan surveilans polio lingkungan oleh BBLABKESMAS Surabaya ini menjadi bagian dari dokumen bukti sertifikasi status bebas polio suatu wilayah.
Kontributor : Hari Gunawan dan Retno Widiastuti
Editor : Ratna Ayu
BBLABKESMAS SURABAYA, Laboratorium Tier 4, memberikan pelayanan pemeriksaan laboratorium kesehatan klinis, lingkungan, dan vektor, serta kalibrasi. Termasuk menjalankan fungsi Surveilans Berbasis Laboratorium, Penilaian dan Respon Cepat KLB, Analisis Masalah Kesehatan, Pemodelan Intervensi dan TTG, serta Penjaminan Mutu Laboratorium Nasional. BBLABKESMAS Surabaya tidak menerima suap dan/atau gratifikasi dalam bentuk apapun. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi telepon 031-5020306 / 031-5021451 atau email humaslabkesmas.sby@gmail.com .
Berita Terbaru
Lihat >>
Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Labkesmas Surabaya September 2026
Lihat >>
Tingkatkan Integritas dan Semangat Kebangsaan, Labkesmas Surabaya Peringati Hari Kesaktian Pancasila
Lihat >>
Labkesmas Surabaya Bangun Semangat Kebersamaan melalui Apel Kesadaran Nasional
Lihat >>
Perkuat Kompetensi Bidang Vektor, Labkesmas Surabaya Terima Kunjungan UPT Pelatihan Kesehatan Masyarakat Murnajati
Lihat >>
Senam Sehat Bersama, Bangun Semangat dan Kebersamaan di Labkesmas Surabaya
@bblabkesmas.surabaya
BBLKMSurabaya
BBLKMSurabaya